THE MORE THE MERRIER

LANGKAH MAJU PEMERINTAH KEMBANGKAN INDUSTRI FILM INDONESIA.

Esquire (Indonesia) - - Isu -

Angin sejuk berembus di ranah sinema kita seiring instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk memperbanyak jumlah bioskop di Tanah Air.

Kian bertambahnya jumlah arena menonton idealnya dibarengi dengan peningkatan jumlah penonton serta penayangan film lokal. Jokowi pernah menyebutkan, jumlah bioskop di Indonesia masih jauh dari angka normal. Saat ini, katanya, terdapat sekitar 1.000 gedung bioskop untuk mencukupi kebutuhan sebuah negara dengan total penduduk sekitar 240 juta.

Kini, Jokowi ingin Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan kementerian terkait bisa memperbaikinya dengan menambah jumlah gedung bioskop yang mampu diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Riset dan pembangunan terhitung langkah yang bisa dibilang mudah. Rencana pemerintah “mendaerahkan” bioskop juga akan menemui tantangan besar yang harus ditaklukan, salah satunya adalah pemberantasan film bajakan.

Namun di sisi bisnis, bioskop juga ingin menjadi salah satu penopang film nasional. Pengaturan layar merupakan salah satunya. Meskipun sudah ada film asing yang tayang pada tanggal tertentu dan “menghabiskan” layar, para pebisnis layar lebar mengusahakan ada layar untuk film domestik. Selain itu, bioskop 21 contohnya juga berusaha tetap ada di daerah-daerah pelosok. Meskipun mereka terkadang merugi karena beaya investasi dan operasional jauh lebih mahal ketimbang pemasukan dari penonton.

Dengan segala tantangan tersebut, sikap pemerintah ini merupakan langkah maju dan patut didukung oleh seluruh pelaku dan penikmat film Indonesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.