PESONA FIRRINA

Esquire (Indonesia) - - Reportase -

Dikenal sebagai salah satu model papan atas tanah air yang turut menjejakkan langkah ke dunia akting. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa gadis cantik ini juga piawai membuat kue dan gemar menggesek cello. Esquire kembali berjumpa dengan Firrina Sinatrya, dan

lagi-lagi dibuat terpesona olehnya.

Jaket kulit, rok denim, dan tas, SAINT LAURENT.

Vest katun dan tas, BALENCIAGA. Celana katun, GUCCI.

Bagi pembaca setia Esquire, kombinasi antara paras cantik, mata kucing, dan tubuh semampai yang dimiliki Firrina mungkin sudah tidak asing lagi. Ia pernah menjadi inspirasi fotografer Luki Ali dalam rubrik visual Sensual Photography pada edisi anniversary tahun 2013 silam. Dia pernah juga tampil dalam editorial mode hasil bidikan fotografer Ricko Sandy setahun lalu. Masyarakat awam mungkin mengenalinya lewat berbagai iklan televisi, lembaran halaman mode majalah gaya hidup, film televisi, dan bahkan karya layar lebar. Gadis kelahiran 30 Desember 1988 ini memang sudah cukup malang di dunia hiburan tanah air. Tidak salah rasanya bila kemudian kami memutuskan untuk kembali bertemu dengan Firrina. Sebuah restoran di mal yang terletak di kawasan Jakarta Pusat menjadi lokasi pertemuan kami pada Selasa pagi itu. Firrina datang tepat waktu dengan sebuah senyum manis mengembang dan sapaan ramah kepada setiap kru. Meskipun lebih dari satu dekade menekuni dunia modeling, sama sekali tak ada kesan “diva” yang terpancar dari pribadinya. Berbeda dengan sikap beberapa model papan atas yang bahkan ingin turut mengatur konsep pemotretan, baju yang dikenakan atau bahkan siapa yang pantas menjadi fotografer. “Aku nggak pernah begitu, karena aku sadar kalau kita semua samasama cari uang, dan memang punya bagian masing-masing dalam pekerjaannya. Saling bersikap profesional saja,” ungkapnya.

Bagaimana awalnya kamu bisa menekuni dunia modeling?

Mama yang pertama kali nyuruh aku coba modeling. Karena dulu aku itu seperti anak laki-laki, tomboy banget. Waktu SMP, masih sekitar 13 tahun, aku ikut lomba pemilihan model remaja dan menang. Tapi baru aktif menekuni modeling waktu aku sudah di SMA. Karena memang suka dengan profesinya, sampai sekarang masih jadi model.

Kalau dihitung-hitung, berarti sudah lebih dari sepuluh tahun kamu menekuni dunia modeling. Apa sebenarnya yang menarik dari modeling dan mendorong kamu untuk terus menekuninya?

Tidak terasa monoton. Aku memang lebih suka pekerjaan di luar ruang dan yang tidak terlalu formal. Aku juga bisa bertemu dengan orang banyak dan pergi ke berbagai tempat menarik.

Kalau yang tidak kamu sukai dari dunia modeling?

Harus jaga berat badan. Kebetulan aku suka banget ngemil. Hahaha.

Pernah mencoba untuk go international?

Nggak boleh sama mama. Hahaha. Lagipula badanku kurang tinggi kalau dibandingkan dengan ukuran model asing lainnya. Dan sekarang aku juga sudah tidak muda lagi. Berkarier di tanah air saja sudah membuatku cukup puas.

Sebagai seorang model profesional, apa saja pencapaian yang kamu banggakan?

Aku pernah menang di kompetisi Asia Model Star Award di Seoul pada 2013 lalu. Aku juga pernah menjadi ikon Jakarta Fashion Week pada 2012 lalu.

Selain menjadi model, kamu juga mencoba dunia akting. Bisa diceritakan bagaimana pengalaman kamu berakting?

Pertama kali dapat tawaran akting itu untuk sebuah sinetron. Saat ditayangkan, aku nontonnya bersama-sama dengan orang rumah. Malu banget. Sampai tertawa dan teriak-teriak sendiri karena malu aktingnya kaku banget. Tapi herannya setelah itu malah dapat tawaran film layar lebar dan film televisi.

Ada ambisi yang ingin diwujudkan di dunia akting?

Ingin dapat peran utama sih, karena selama ini belum pernah dapat kesempatan itu. Aku juga ingin bisa dapat peran yang menantang. Tapi aku adalah tipe orang yang nggak mau ngoyo. Sekarang ini, aku juga masih enjoy dengan modeling, jadi nggak terlalu berambisi di dunia akting.

Kamu lebih suka menjalani hidup dengan prinsip “let it flow”?

Iya, memang begitu. Terlalu santai. Nggak bagus juga sih. Tapi aku selalu fokus dengan apa yang aku jalani. Jeleknya lagi, aku terlalu pemikir juga. Jadi apa saja suka aku pikirkan dengan berlebihan.

Kalau tidak sedang sibuk modeling atau berakting, apa saja yang biasa kamu lakukan?

Aku suka masak dan main musik. Lebih suka baking sih, karena memang senang mendekorasi kue. Kalau musik, aku menguasai instrumen gitar dan cello. Setahun sekali biasanya aku ikut tampil bersama anak-anak dari Jakarta Chamber Club yang suka latihan di Taman Suropati.

Berniat untuk membuka bisnis kuliner kalau nanti sudah tidak berprofesi sebagai model lagi?

Iya. Apalagi aku memang kuliah di jurusan Tata Boga. Sekarang juga sudah melayani pesanan-pesanan dari orang lain. Tapi hanya bisa melayani pesanan dalam porsi tidak terlalu banyak, karena aku masih mengerjakannya sendirian.

Suka menggunakan kemampuan memasak untuk menaklukkan pria?

Pasti dong. Mantan [pacar] aku bahkan ada yang sampai tergila-gila dengan Strawberry Cheesecake buatanku.

Keramahannya sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang model papan atas yang biasa mengambil jarak dari orang-orang di sekelilingnya pada sebuah sesi

pemotretan.

Bagaimana karakter pria yang mampu menarik perhatian seorang Firrina?

Aku suka pria yang lucu dan selalu bisa membuatku tertawa. Aku juga suka pria yang easy going, bisa serius dan santai serta bisa diajak beraktivitas apa saja.

Bagian tubuh pria apa yang kamu anggap seksi?

Brewok. Pria punya brewok itu terlihat seksi.

Kalau kencan impian yang kamu dambakan?

Piknik di sebuah tempat yang menarik atau bisa juga makan malam romantis di atap gedung tinggi sambil mendengarkan musik.

Bagaimana gambaran seorang Firrina dalam waktu lima tahun lagi?

Semoga aku sudah bisa punya usaha sendiri. Inginnya sih sudah berkeluarga, tapi kalau belum pun nggak apa-apa juga.

Usai sesi wawancara dan pemotretan, Firrina menyempatkan diri untuk duduk mengobrol bersama kami. Ia bercerita tentang ketertarikannya pada cello yang justru berawal dari interaksinya dengan instrumen biola. Ia pun tak sungkan memperlihatkan foto-foto kue buatannya dari ponsel miliknya. Eksperimen terbarunya adalah cookies yang berbentuk tokoh kartun. Keramahannya sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang model papan atas yang biasa mengambil jarak dari orang-orang di sekelilingnya pada sebuah sesi pemotretan. Akan tetapi, ketika kami menawarinya untuk mencicipi sepiring martabak durian, ia menolak dengan halus. “Aku lagi diet, sedang berusaha mengembalikan berat tubuh karena kemarin sempat naik sedikit,” ungkapnya sambil tertawa. Ah, dia memang seorang model sejati.

Blouse dan celana katun, BURBERRY.

Jaket, BURBERRY. Celana panjang, GUCCI.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.