ESQ&A

KEVIN HENDRAWAN

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

ANDA AKAN TERLIBAT DALAM SEBUAH EKSPEDISI BERSAMA PBB, BISA DICERITAKAN APA YANG ANDA LAKUKAN DALAM EKSPEDISI TERSEBUT?

Ekspedisi dunia ini bernama Youth for Arctic yang dinaungi PBB. Sebuah program ekspedisi yang dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama dimulai pada September lalu untuk membuat short-movie kutub utara yang nantinya akan diproduksi oleh IMAX. Short-movie ini akan ditayangkan dalam sebuah meeting bernama COP21 yang dihadiri beberapa kepala negara dari belahan dunia untuk membahas masalah pemanasan global. Sedangkan bagian kedua baru akan di mulai lagi pada awal tahun depan.

BAGAIMANA EKSPEDISI TERSEBUT MENJADI SARANA PENTING TERHADAP MASALAH PEMANASAN GLOBAL?

Short-movie ini nantinya akan ditayangkan di seluruh teater IMAX di seluruh dunia termasuk Indonesia. Tujuannya agar masyarakat semakin sadar terhadap bahaya pemanasan global yang mengancam kehidupan kita. Karena tidak sedikit orang yang menganggap hal tersebut hanya sebuah wacana dan kerap kali tidak menghiraukannya. Dari situ, kami ingin membuktikan seberapa parah kerusakan yang sudah terjadi agar orang-orang jadi lebih peduli.

LALU, BAGAIMANA ANDA BISA TERLIBAT DALAM EKSPEDISI INI?

Ada proses audisi dalam ekspedisi ini. Dalam audisi ini, saya diminta untuk membuat esai sebanyak 500 kata dalam Bahasa Inggris dan sebuah video presentasi untuk dinilai bagaimana presenting skills yang saya miliki. Dari Indonesia sendiri ada sekitar 500 orang yang mengikuti audisi ini. Setelah melewati berbagai tes seperti psikologi, kesehatan, dan melakukan presentasi di hadapan beberapa profesor yang ahli di bidangnya dari Australia, kemudian terpilihlah dua orang yang mewakili Indonesia.

APA ADA KETERLIBATAN PEMERINTAH DALAM EKSPEDISI INI?

Ekspedisi ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

APA TANTANGAN YANG AKAN ANDA HADAPI?

Mungkin lebih kepada kondisi iklim. Seperti yang kita ketahui iklim di Arctic itu bisa mencapai di bawah nol derajat celcius, sangat berbeda dengan iklim di Indonesia. Apalagi di sana saya bukan tinggal di hotel berbintang, melainkan harus camping di alam terbuka. Saya harus mempersiapkan fisik yang prima untuk menyesuaikan kondisi iklim tersebut.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.