SPIRIT INDIVIDUALISTIS LONDON

RANGKAIAN IDE VISIONER YANG MEREFLEKSIKAN CITRA KAUM PRIA MASA KINI.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Bukan hal yang mudah untuk menentukan rumusan tren yang ditawarkan oleh Pekan Mode London. Ini adalah kota yang menjadi pijakan awal berbagai desainer muda untuk mengembangkan eksistensi. Desain yang disuguhkan oleh mereka kerap kali diliputi idealisme, penuh semangat pemberontakan dan kurang sadar akan daya pakai serta nilai komersial. Meskipun demikian, dari karakter-karakter desainer yang terkesan individualistis itu pula hadir inovasi dalam ranah mode. Bayangkan saja kalau J.W. Anderson tidak kukuh mengenalkan gaya androgyny ataupun Christopher Kane enggan bersusah payah meracik motif cetak digital. Pekan Mode London mungkin hanya menjadi program promosi penjahit dan label Savile Row belaka. Berkurangnya kuasa editor mode dan buyer serta meningkatnya kebebasan berekspresi bagi individu justru mendorong tawaran bergaya yang semakin variatif. Label Moschino dan Agi & Sam sepakat mendukung kaum adam untuk tampil ekspresif dengan busana penuh ornamentasi dan corak. Di kubu lain, seperti pada label Lou Dalton dan Margareth Howell, gaya minimalis yang fokus pada cutting dan material justru dijunjung tinggi. Bahkan label KTZ menyajikan koleksi bertema kontradiktif, ada gaya militer yang identik dengan motif cetak, tapi ada pula busana berpalet warna hitam dengan desain klasik.

Metode berekspresi lewat busana pun ditampilkan dengan cara cukup atraktif. Desainer Christopher Shannon misalnya melansir deretan t-shirt dan sweatshirt dengan kata-kata yang pantas untuk menggantikan status pada sosial media pemakainya (contoh: “broke” atau “thanks for nothing”). Untuk koleksi aksesori, poncho rajut beraksen fringe dan scarf berwarna-warni dari Burberry Prorsum tak hanya bisa diandalkan untuk fungsi perlindungan saja, tapi juga pernyataan gaya. Sedangkan Tom Ford kembali mengajak kaum pria untuk berdamai dengan gaya sartorial lewat kombinasi jaket bermotif, bow tie dan celana bersiluet ramping. Yang menarik dari Pekan Mode London adalah keberagaman olah kreativitas yang ditawarkan setiap desainer. Akan tetapi, baik desainer baru yang tengah merangkak di industri mode ataupun yang sudah mapan sekalipun, semua “sepakat” untuk berjuang memberikan “kebaruan”. Semangat gerilya seperti itulah yang membuat energi di kota ini terasa berbeda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.