MAKNA ABSTRAK

PERLUKAH KITA MENCARI MAKNA DI BALIK KARYA SENI ABSTRAK?

Esquire (Indonesia) - - Insight - Teks: IPONG PURNAMA SIDHI

SSEORANG PENGUNJUNG TERPAKU di depan sebuah lukisan non-figuratif dalam sebuah pameran seni abstrak yang diselenggarakan di Galeri Nasional awal Agustus silam. Dia mengaku cukup sulit “memahami” seni abstrak, bahkan bingung dengan makna yang tersurat di balik karya semacam ini. Sulit dicerna dan tidak ngeh. Padahal, di sekitar kehidupan kita tersebar berbagai pola-pola dan desain abstraksi yang sebenarnya mudah dikenali, namun luput dari perhatian kita. Seni tradisi beragam bahan dan kearifan lokal sangat dekat dengan pola-pola dekoratif seperti yang tampak pada seni gerabah, tekstil, inskripsi juga lukisan di goa-goa seperti di Goa Leang-leang, umpamanya. Namun, setelah pola abstrak ini dibingkai, kemudian ditandatangani pelukisnya, dan dipertontonkan kepada publik, maka hasil karya itu menjadi

sebuah benda yang berjarak dan tak mudah dipahami.

Mulai tumbuh di sekitar 1960-an, seni abstrak berkembang di Yogyakarta, lewat karya para pelukis seperti Fadjar Sidik, Handrio, Lian Sahar, Bagong Kussudiardjo, G Sidharta, dan beberapa nama lagi. Dan di Bandung muncul karya-karya pelukis Achmad Sadali dan But Mochtar.

Namun, suasana politik 1965 tak mendukung jenis karya abstrak ini tumbuh. Banyak pelukis abstrak tidak bisa bergerak untuk berkreasi seperti yang dialami oleh G Sidharta, pelukis pematung yang kala itu (1955) baru pulang dari studi di Belanda. Bila dia lewat di depan sebuah sanggar yang berafiliasi Lekra, Sidharta dipandang rendah hingga dilempari dengan batu.

Seni abstrak adalah bahasa visual yang terjalin dari bentuk, bidang, warna, dan garis untuk menciptakan komposisi dari referensi visual yang ada di dunia ini. Pada zaman Renaisans sampai pertengahan abad KE-XIX, dunia visual didominasi logika perspektif dan upaya mereproduksi ilusi realitas yang jelas dan gamblang, mirip foto.

Dari tipikal gaya, seni abstrak dibagi menjadi dua arus besar yaitu abstrak geometrik dan abstrak liris. Sederhana, geometrik dan bentuk linier yang memiliki arti simbolik. Bidang geometrik memiliki sifat universal dan abadi seperti ditemukan dalam bentuk lingkaran, persegi, dan segitiga, menjadi elemen penting dalam abstrak geometrik.

Tiga gerakan seni yang berkontribusi pada tumbuh kembangnya seni abstrak adalah romantisisme, impresionisme, dan ekspresionisme. Pada romantisisme tokoh yang memaknai aliran ini sebutlah James Mcneill Whistler,20 John Constable, dan JMW Turner.

Paul Cezanne adalah pelukis aliran impresionisme yang ingin membuat konstruksi logika dari realitas berdasarkan pandangan yang memecah sebuah bentuk dalam faset-fasetnya, kemudian dikembangkan oleh Braque dan Picasso dalam aliran Kubisme.

Pada ekspresionisme, para pelukis menggubah drastis karya lewat benda dengan cara mengunggah emosi yang meluap. Edward Munch dan James Ensor awalnya dipengaruhi pascaimpresionisme kemudian berperan mempengaruhi jalan munculnya seni abstrak di awal abad ke-xx.

Namun, ada empat pelukis pascaimpresionisme yang meletakkan dasar sekaligus dampak luar biasa bagi munculnya seni moderen abad ini. Paul Cezanne membuka jalan Kubisme, George Seurat dengan pointilismenya memuluskan jalan bagi lahirnya seni abstrak. Sedangkan, Paul Gauguin berdampak pada Nabisme dan Vincent van Gogh membuat kagum banyak pelukis Perancis dan Jerman yang membentuk Fauvisme di Paris dan ekspresionisme Jeeman di Dresden yang menandai lahirnya ekspresionisme.

Menyebut Abstrak Geometrik tak bisa dilupakan nama Piet Mondrian yang menciptakan karya dengan elemen garis vertikal dan horisontal menggunakan bentuk persegi panjang dengan warna yang ada di alam ini yaitu merah, biru, kuning dan hitam.

Abstract Orange, AHMAD SADALI

Untitled, WASSILY KANDINSKY

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.