THE CAVE MAN

Penjelajah gua yang menjadi satu-satunya peneliti kalacemeti di Asia.

Esquire (Indonesia) - - Profil - TEKS: AYU DEWANTI FOTO: HADI CAHYONO STYLIST: BAYU SEGARA

NAMA KALACEMETI AMBLYPYGY MEMANG BELUM SEPOPULER KALAJENGKING. PADAHAL DIA ADALAH BAGIAN DARI ARACHNIDA, ATAU GAMPANGNYA, DIA SEKELAS DENGAN SERANGGA SEPERTI LABA LABA ATAU KALAJENGKING. KITA PATUT BERBANGGA KARENA DOKTOR CAHYO RAHMADI ADALAH SATU SATUNYA PENELITI DI ASIA YANG KHUSUS MENELITI SERANGGA YANG BANYAK DITEMUKAN DI LOKASI GELAP DAN LEMBAP SEPERTI GUA INI. SUDAH ADA 7 JENIS KALACEMETI YANG DIPUBLIKASIKAN DI JURNAL INTERNASIONAL, SEKALIGUS MEMATENKAN TEMUAN ITU ATAS NAMANYA.

APA SAJA KEGIATAN ANDA BELAKANGAN INI?

Ada beberapa rencana mempublikasikan hasil temuan. Beberapa bulan lalu, saya baru saja melakukan ekspedisi ke Tambora, Nusa Tenggara Barat, dan menemukan dua jenis kalacemeti baru. Selain itu, ada juga beberapa proyek penelitian di kawasan karst di Indonesia. Jabatan saya adalah peneliti madya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Pusat Penelitian Biologi. Saya juga sering melakukan kerja sama dengan Faculty of Science Ibaraki University di Mito, Jepang.

APA LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ANDA?

Pendidikan sarjana saya di Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada dan pascasarjana di Ibaraki University.

SEJAK DULU SUDAH MEMILIKI KETERTARIKAN DENGAN KALACEMETI ALIAS WHIP SPIDER INI?

Ketika kuliah, saya mengikuti kegiatan pencinta alam dan secara spesifik tertarik dengan penelusuran gua. Di gua, tentu saja banyak laba-laba, tapi ternyata saya lebih tertarik ke kerabatnya, kalacemeti.

BAGAIMANAKAH CIRI-CIRI FISIK KALACEMETI?

Dia memiliki 3 pasang kaki dengan kaki depannya berubah fungsi menjadi antena dan bentuknya seperti cemeti atau cambuk. Ukurannya ada yang kecil, sampai sebesar satu jengkal. Tampangnya seram karena memiliki duri-duri kecil. Serangga ini sempat muncul di novel Harry Potter keempat.

APAKAH DI LUAR JAWA DIA MEMILIKI NAMA SEBUTAN LAIN?

Biasanya hanya disebut laba-laba saja.

ADAKAH PENEMUAN ANDA SELAIN KALACEMETI?

Ada penemuan laba-laba gua dengan seorang kolega. Amauropelma matakecil, laba-laba dari Gua Seplawan, Bukit Menoreh. Itu jenis laba-laba yang matanya sudah mengecil karena karakter hewan gua memang seperti itu. Ada juga Stenasellus javanicus, yaitu udang-udangan gua.

APAKAH SERANGGA INI BANYAK DITEMUKAN DI INDONESIA?

Kemungkinan ada sekitar 30 jenis di berbagai pulau, walau secara resmi baru ada 15. Selain yang telah saya publikasikan, saya telah menemukan 10 jenis yang belum dipublikasikan. Secara global, ada sekitar 170 jenis.

APA KEISTIMEWAAN KALACEMETI DALAM RANTAI KEHIDUPAN?

Hampir seluruh kelompok laba-laba itu berfungsi sebagai pemangsa. Di gua tidak banyak predator, jadi kalacemeti itu kelompok preadator di gua, berfungsi mengendalikan populasi. Untuk manusia, dia tidak beracun dan berbahaya.

HANYA HIDUP DI GUA?

Sebenarnya tidak, yang penting gelap dan lembap. Saya pernah menemukannya di selokan, bahkan di rumah saya sendiri. Di satu sisi, dia bisa hidup di lingkungan pemukiman, selama masih ada area yang lembap dan gelap. Nah itu jarang sih sebenarnya, lebih banyak ditemukan di gua. Di gua, dia akan menempel di dinding.

DI MANA SAJA LOKASI ANDA MENEMUKAN JENIS TERBARU KALACEMETI?

Ada beberapa lokasi, seperti Ujung Kulon, Teluk Sunda, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Raja Ampat.

BISA DICERITAKAN PENGALAMAN ANDA EKSPEDISI BARU-BARU INI DI TAMBORA?

Itu tim gabungan dari Pusat Penelitian Biologi LIPI dan Kebun Raya Purwodadi, terdiri dari peneliti flora, fauna, dan mikroba. Kami melewati jalur yang tidak lazim, dari utara. Dari kondisi hutan, kami bisa mendapatkan variasi yang representatif, dilihat dari ketinggiannya. Saya menemukan 2 jenis yang dalam proses untuk saya publikasikan.

APA YANG MENARIK DARI TAMBORA?

Dari sejarahnya, letusan Tambora 200 tahun lalu itu cukup besar. Sudah dipastikan mengubah ekosistem di sana sehingga hutannya bisa dibilang masih “baru”. Uniknya, saya bersama kolega justru menemukan serangga opiliones atau biasa disebut mite harvestmen yang cukup “primitif”. Hal itu mengherankan, mengapa dia bisa bertahan dengan kondisi lingkungan yang berubah?

DI TAMBORA, ANDA MENCARI TEMUAN BARU KALACEMETI DI HUTAN, BUKAN DI GUA. APA YANG MEMBEDAKAN EKSPEDISI DI GUA DAN HUTAN?

Lebih susah di hutan. Kalau di gua, baru setengah jam, sudah menemukan 10 ekor. Di hutan, sudah membolak-balik batu pun belum tentu langsung dapat.

BERAPA LAMA RATA-RATA WAKTU EKSPEDISI ANDA?

Kalau dana APBN, rata-rata 21 hari. Biasanya berkemah langsung di lokasi. Kalau di pemukiman penduduk justru menyulitkan.

APAKAH PENELITI BIOLOGI HARUS MEMILIKI LATAR BELAKANG MENGIKUTI KOMUNITAS PENCINTA ALAM?

Sebenarnya tidak, tapi harus punya kemampuan fisik untuk bisa hidup susah. Tantangan di lapangan itu besar.

TANTANGAN ALAM DAN FISIK APA SAJA YANG PERNAH ANDA ALAMI?

Paling-paling sakit malaria di hutan, sehingga 10 hari hanya bisa beristirahat di kemah. Saya sampai berhalusinasi saking tingginya suhu tubuh. Tak bisa kembali ke kota karena harus menunggu jemputan dari helikopter sesuai waktu yang dijanjikan di awal. Pengalaman dari orang lain, pernah kapal kolega saya terbalik ketika melewati jeram di Kalimantan. Ada juga kolega yang kejatuhan batu sampai lehernya patah.

PENGALAMAN PENELITIAN ANDA DI LUAR NEGERI DI MANA SAJA?

Vanuatu Island, Thailand, Malaysia, Slovenia, dan Prancis.

KEBANYAKAN PENELITIAN ANDA DI GUA?

Ya.

SENSASI APA YANG ANDA RASAKAN KETIKA PERTAMA KALI MENURUNI GUA?

Excited. Apalagi kalau dari segi biologi, gua itu belum begitu dikenal [keanekaragaman hayatinya].

GUA SEPERTI APA YANG ANDA SENANGI?

Saya bukanlah petualang, jadi saya tak tertarik untuk masuk gua terpanjang atau terdalam. Walau gua itu kecil, tapi bila keanekaragaman hayatinya beragam, saya akan senang sekali. Paling jauh saya masuk ke gua sepanjang 5 km dan paling dalam saya masuk ke gua dengan kedalaman 150 m. Waktu itu pernah masuk gua dengan kedalaman 130 m dan ada danau di dalamnya. Ya sekalian saja tidur di situ selama 3 hari penelitian dan tidur hanya sekitar 2 jam setiap hari.

APAKAH UDARA GUA TIDAK MEMBAHAYAKAN BAGI PERNAPASAN MANUSIA?

Tidak masalah. Memang terasa

ILMU TAKSONOMI MEMANG BELUM TERLALU POPULER DI INDONESIA. IRONIS, MENGINGAT INDONESIA ADALAH SUMBER PENELITIAN TAKSONOMI YANG SANGAT KAYA. KONVERSI LAHAN YANG MENJAMUR MEMBUAT PENCATATAN

KEANEKARAGAMAN HAYATI TERANCAM.

lembap, tapi kalau hanya 3 hari di dalamnya, tidak mengapa.

PERALATAN PENERANGAN BERARTI VITAL SEKALI DALAM PENELITIAN DI GUA YA?

Sekarang teknologi penerangan sudah semakin canggih. Kalau dulu memang harus pakai lampu karbit yang berat dan harus dibawa dalam botol kedap air karena kalau kena air akan meledak. Kalau sekarang sudah ada teknologi LED, tidak terlalu memberatkan dan juga tidak membuat muka berlumuran jelaga.

PERNAH ADA PENGALAMAN MISTIK?

Belum pernah melihat, paling hanya sedikit “merasa” saja, seperti tiba-tiba bulu kuduk berdiri. Untuk hewan-hewan di hutan, tidak ada pengalaman ekstrem. Paling hanya pernah melihat ular kobra sedang beristirahat.

PENGALAMAN ANDA DI KOMUNITAS PENCINTA ALAM SANGAT MEMBANTU PROFESI ANDA SEKARANG YA?

Ya, karena saya sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis di penelusuran gua vertikal maupun

horizontal.

APA YANG MEMBUAT ANDA TERTARIK MENELITI KALACEMETI?

Belum ada yang menekuni di Indonesia maupun dunia. Peneliti kalacemeti lainnya di dunia berasal dari Jerman, Australia, dan Amerika Selatan. Itupun ada yang tidak fokus di kalacemeti. Di Asia bisa dibilang hampir tidak ada, dulu ada orang India, tapi sekarang sudah tidak pernah mempublikasikan temuan kalacemeti lagi. ANDA MEMILIH MENELITI KALACEMETI KARENA INGIN “BERMAIN DI KOLAM KECIL”?

Ha ha, mungkin bisa dibilang begitu.

BAGAIMANA ANDA MELIHAT DUNIA TAKSONOMI DI INDONESIA?

Masih dianggap sebagai warga kelas 2. Belum banyak yang menekuni dan menganggap penting. Padahal keanekaragaman hayati di Indonesia luar biasa, dari mulai di dasar laut sampai puncak gunung salju.

MENGAPA TAKSONOMI ILMU YANG PENTING?

Untuk mengetahui seberapa banyak keanekaragaman yang sudah dan belum ditemukan. Hal yang paling penting adalah jumlah yang sudah hilang. Banyak konversi lahan dan deforestasi di manamana dengan adanya aktivitas seperti pertambangan. Padahal bisa jadi di hutan tersebut ada banyak keanekaragaman yang belum diketahui.

APAKAH MUDAH UNTUK MENDAPATKAN FUNDING DALAM DUNIA TAKSONOMI?

Susah ya kalau berbicara tentang funding. Saya sudah beberapa kali mendapat funding, tapi tak bisa isunya melulu soal taksonomi. Tak akan laku. Harus dibarengi dengan isu konservasi, misalnya. [Funding di] Indonesia cukup susah. [Sering dipertanyakan] gunanya apa sih? Kok kurang kerjaan amat.

ADA PERGOLAKAN BATIN KETIKA DALAM PROSES PENGUMPULAN KOLEKSI SAAT EKSPEDISI?

Misalnya saja kalau ada hewan yang tinggal 3 ekor, dan pilihan yang harus saya ambil adalah mengambilnya untuk spesimen koleksi atau membiarkannya. Kalau mengambilnya, berarti saya membuat kepunahan. Tapi saya akan tetap mengambilnya karena saya akan mempertanggungjawabkannya dengan publikasi jenis baru.

APA PELAJARAN HIDUP YANG BISA ANDA AMBIL DARI KALACEMETI?

Kalacemeti bisa hidup di lingkungan gelap dan lembab. Kita butuh beradaptasi dengan lingkungan kita. Menyesuaikan diri, bukannya mengikuti keadaan lingkungan. Itulah kunci agar bisa bertahan hidup.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.