LUKISAN DALAM JAM TANGAN

DUA JAM TANGAN MERAYAKAN ULANG TAHUN KENEGARAAN DENGAN CARA BERBEDA.

Esquire (Indonesia) - - Check-out Jam Tangan -

Seni memang bisa hadir di mana saja. Masuk merasuk ke semua bidang termasuk yang baru-baru ini dilakukan oleh Crystal Time, distributor jam tangan Swiss made Claude Bernard dan jam tangan Arbutus dari New York. Beberapa waktu lalu, mereka mengundang media Indonesia untuk merayakan pameran seni-jam tangan A Celebration of Watch Artisans di Vivocity, Singapura. “Pameran ini kami adakan sekaligus untuk merayakan 50 Tahun kemerdekaan Singapura. Hasil penjualan disumbangkan untuk membantu seniman berbakat yang secara ekonomi kurang beruntung,” kata Pamela Tan, Senior Brand Manager Crystal Time sambil memperkenalkan beberapa seniman dari komunitas seni 10Square. Tujuh seniman dari komunitas ini diminta mendesain jam tangan Arbutus yang terinspirasi dari ikon-ikon Singapura. “Saya diminta membuat beberapa desain dan salah satunya dipilih untuk dijadikan desain jam yang dijual seharga Rp 19.000.800,” kata Kang Joo Soon, seniman. Dalam kesempatan itu, Esquire juga diajak merasakan pengalaman membongkar dan memasang beberapa bagian jam tangan seperti penunjuk jam, menit, dan detik. Esquire juga melukis desain dial jam tangan Arbutus ukuran 44 mm. Sungguh pekerjaan yang butuh ketelitian dan kesabaran. Kami juga mencoba membuat kue cokelat di Chocolate Cafe 2am: sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dengan Janice Wong, chocolatier Le Cordeon Bleu yang membuat cokelat Time is Movement terinspirasi dari signature jam tangan Claude Bernard (The Swirl, The Moon, The Spectacle dan The Calender). “Kami ingin mengadakan event yang sama di Indonesia yang memiliki banyak seniman dari kota-kota seperti Yogyakarta, Bali dan Bandung,” Kata Pamela.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.