Go ON AND take A BOW

AKSI para pemanah JAKARTA.

Esquire (Indonesia) - - Check-out Komunitas -

Mungkin Anda mengetahui panahan dari para aktor menawan seperti orlando Bloom yang berperan sebagai Legolas. Atau ketika Jennifer Lawrence yang mengandalkan busur dan panahnya untuk bertahan hidup dalam perannya sebagai Katnis Everdeen. Bisa jadi Anda mengenalnya jauh sebelum itu, ketika masa kecil yang dihiasi dengan permainan bergenre kolosal dalam deretan game favorit. Berbicara mengenai panahan, sebenarnya olahraga ini sudah ada kurang lebih sejak 5000 tahun lalu, dan kerap digunakan untuk berburu dan berkembang menjadi senjata dalam sebuah pertempuran. Bermain dengan busur dan anak panah tidak lagi seperti dulu. Aktivitas panahan kini menjadi salah satu bagian dari cabang olahraga yang kerap dijadikan kompetisi. Jika menilik manfaatnya, kegiatan memanah diklaim dapat melatih ketenangan dan pengendalian emosi serta konsentrasi seseorang. Belakangan ini, jumlah peminat orang terhadap panahan semakin meningkat. Bahkan di Jakarta, beberapa orang memiliki perkumpulan khusus untuk menyalurkan kesenangannya tersebut dalam sebuah klub, salah satunya Jakarta Archery Club. Keberadaan Jakarta Archery Club (JAC) sebagai wadah kepada orang yang gemar melakukan panahan diawali oleh Danang, selaku head coach perkumpulan ini. Dirinya mengakui ide awal dibentuknya klub ini karena melihat semakin banyaknya peminat melakukan panahan di bilangan Senayan, Jakarta. Padahal sebelum 2006, arena ini merupakan tempat khusus yang digunakan para atlet nasional untuk berlatih yang dinamakan Jakarta Private Archery. namun seiring dengan jumlah peminat yang semakin bertambah untuk melakukan panahan, dia menjadikan tempat ini sebagai wadah berkumpulnya para pencinta panahan untuk berlatih setiap kurun waktu tertentu. Barulah pada 2012, tempat ini diresmikan sebagai arena berlatih JAC.

Anggota yang tergabung dalam klub ini tidak dibatasi oleh gender. Pada JAC sendiri, mereka memiliki dua bagian program, yaitu play dan member. Perbedaannya cukup signifikan, pada bagian play, para anggota yang tergabung di sini biasanya tidak tetap, mereka hanya seperti melakukan kunjungan dengan mencoba melakukan panahan. Sedangkan program member adalah orang-orang yang memang sudah menjadi bagian dari klub yang sudah dibekali dengan kemampuan memanah. Para member dapat menyesuaikan jadwal latihan yang mereka inginkan. ”Jumlah member di sini terbilang fluktuatif, artinya dapat bertambah, namun dapat juga absen. Sejauh ini sudah kurang lebih 30 orang yang memiliki jadwal latihan yang terorganisir sebagai member. Sedangkan untuk play, jumlahnya selalu meningkat, beberapa dari mereka ada yang tertarik untuk menjadi member tetap.” ujar Danang kepada Esquire.

Biasanya, orang yang tergabung dalam klub ini memiliki motivasi untuk mendapatkan pengalaman baru mencoba panahan. Berbeda dengan member, mereka yang terbilang lebih ahli menjadikan JAC sebagai wadah untuk berkumpul menyalurkan kesenangan dan kemampuan mereka dalam memanah. Untuk bisa bergabung dalam JAC bukan menjadi hal yang sulit, pada bagian play, Anda hanya perlu membuat janji sebelumnya dengan head coach klub ini dengan menyertakan biaya administrasi untuk setiap kunjungan.

Kepercayaan orang-orang untuk menjadikan JAC salah satu naungan mereka dalam aktivitas panahan bukan tanpa sebab. Klub ini tidak hanya menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan dalam panahan, di sini Anda juga akan diberikan pengetahuan dan arahan yang dibutuhkan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.