A WOMAN WE LOVE

A woman we love

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi - Vicky Monica

“Saya datang, saya melihat, saya menang.” Tak hanya memiliki kemiripan antara bunyi nama dan kata saja, pernyataan terkenal milik Julius Caesar itu tampaknya benar-benar cocok untuk merefleksikan aksi dan karakter dari Vicky Monica. |

Mantel bulu dan sarung tangan kulit sintetis, ZARA. Gaun chiffon, BURBERRY.

“Saya datang, saya melihat, saya menang.” Tak hanya memiliki kemiripan antara bunyi nama dan kata saja, pernyataan terkenal milik Julius Caesar itu tampaknya benar-benar cocok untuk merefleksikan aksi dan karakter dari Vicky Monica.

Dia bukanlah tipe wanita pemalu, malah cenderung bersikap apa adanya. misalnya jika sedang berhadapan dengan pria yang dikaguminya, gadis kelahiran Pekanbaru ini sama sekali tidak merasa canggung. “saya pasti akan berusaha mencari tahu siapa dia, dan apa saja yang disukainya. So, we can have a real conversation,” ujar Vicky dalam bahasa inggris dengan suara yang agak berat (dia pernah tinggal di amerika serikat selama beberapa tahun). meskipun demikian, di depan seorang pria dengan daftar pertanyaan dan ponsel berfitur perekam yang tengah aktif, dia sesekali terkesan mengambil jarak. Contohnya ketika mendapat pertanyaan soal pengalaman kurang menyenangkan yang merupakan efek negatif dari popularitas yang diraihnya. “aku pernah mendapat berita yang nggak enak banget…i can remember this one, tapi aku males banget ngebahas soal ini. Jadi, boleh kita skip nggak?” mau tidak mau saya pun harus menuruti keinginannya (siapa juga yang bisa menolak permintaan dari wanita dengan binar mata indah sepertinya…). ketika mendapat soal pertanyaan kiprahnya di dunia seni peran, Vicky bercerita dengan sangat antusias. Pada saat pertemuan kami berlangsung, dia baru saja menyelesaikan dua proyek sinetron yang berhasil melambungkan namanya, Cinta di Langit Taj Mahal dan Enigma. di serial televisi yang pertama, Vicky berperan sebagai gadis manja, licik dan menyebalkan. sedangkan di serial televisi bergenre thriller yang diproduseri nayato Fio nuala, dia memerankan seorang polisi bidang investigasi bernama nina yang berkarakter tegas. “Justru karena dua peran itu benar-benar berbeda, aku merasa sangat menikmatinya. Padahal, proses syuting sinetron itu dilakukan dalam waktu bersamaan,” ungkapnya sambil tersenyum. setiap pertanyaan sering kali dijawabnya dengan singkat dan disertai senyuman dan bahkan tawa. membuat saya dan beberapa pria lain yang ada di sekitarnya jadi salah tingkah. sebelum dikenal sebagai aktris yang berpartisipasi dalam sinetron dan film layar lebar, Vicky mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai seorang model. “waktu masih berumur 14 tahun, aku sempat menjadi model majalah di Jakarta. di riau pun suka dapat tawaran jalan di runway.” tapi jika ditanyakan mana yang lebih disukainya, antara akting dan modeling, dia dengan tegas menyebut akting. “kalau jalan di atas panggung itu aku suka merasa aneh. orang-orang yang menonton sepertinya bisa menilai kita, from head to toe. aku suka akting karena bisa orang lain dengan karakter yang berbeda. My life is so boring,” katanya sambil kemudian kembali tertawa. Pengalaman pertamanya di ranah seni peran berawal dari ketidaksengajaan. “aku datang ke Jakarta tadinya memang mau fokus kuliah. tapi waktu sudah di tingkat akhir, aku dapat tawaran main di sinetron Bukan Mawar tapi Melati. aku yang tidak punya pengalaman berakting harus berhadapan dengan aktor lain yang sudah senior, seperti indah kalalo, sophia Latjuba dan restu sinaga,” tuturnya tentang pengalaman pertama berakting di depan kamera. sebagai pendatang baru, Vicky kerap mendapat ujian bahkan dari lawan mainnya dalam beberapa proyek yang dia jalani. “aku pernah diajak reading sampai dua jam, karena dibilang aku nggak dapat feel dari karakter yang dimainkan. sempat juga dibenci tanpa alasan yang jelas sama aktris lain. tapi karena memang aku masih baru, mau nggak mau harus bisa pasrah.” mendapat perlakuan seperti itu, Vicky sama sekali tidak merasa kapok. dia ingin tetap berusaha konsisten menekuni dunia yang disukainya itu. “I will do my best to pursue my passion.” di waktu luang, ketika tidak harus menghadapi jadwal syuting yang padat, Vicky lebih suka menghabiskan waktunya untuk bersantai. “aku suka tidur dan olahraga biar badan tetap sehat. kadang-kadang juga makan di luar atau nonton di bioskop.” Gadis berusia 25 tahun yang pernah berpartisipasi dalam film Kacaunya Dunia Persilatan (2015) ini juga gemar berbincang dengan orang-orang terdekatnya sambil menikmati kopi. “dulu, kalau ada pria yang mendekati, aku lebih suka kalau diajak ngopi sambil ngobrol apapun. Jadi, kita bisa lebih saling mengenal. aku langsung malas kalau pas kenalan saja sudah ngajak clubbing.” tunggu dulu, pada ada kata “dulu” dari pernyataannya itu. Bagaimana dengan sekarang? Vicky hanya diam sambil tersenyum, membiarkan lawan bicaranya menyimpulkan sendiri apa makna di balik senyumannya. Jarak di antara kami pun seperti kembali terasa. ah, Vicky. Gaun wol dan vest bulu sintetis, ZARA.

“Dulu, kalau ada Pria yang mendekati, aku lebih suka kalau Diajak ngopi sambil ngobrol apapun. aku langsung malas kalau Pas kenalan saja sudah ngajak CLUBBING.”

Baju brokat, BEBE. Syal bulu sintetis, ZARA. Rok katun dan sepatu kulit, GUCCI. Tas kulit, BURBERRY.

Blus chiffon, GUCCI. Syal bulu sintetis, ZARA. Rok polyester, BEBE.

Gaun chiffon, GUCCI.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.