10 RAHASIA WANITA

Olga Lydia

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

Ditunjuknya Alessandro Michele sebagai komandan kreatif dari rumah mode Gucci memang terbukti membawa angin segar. Sebelum ditanganinya, label asal Italia ini memiliki koleksi dengan desain klasik yang cenderung monoton. Seperti ingin merombak paradigma tersebut, Michele kemudian memperkenalkan garis rancang yang terkesan berbeda. Dia menilik kembali berbagai arsip lama dari label itu, kemudian mengolahnya kembali dalam berbagai desain yang kental dengan nuansa romantis dan vintage. Spirit itu tampak dominan baik dalam koleksi busana pria ataupun wanita yang dilansirnya. Kesan itu masih terasa pada koleksi Cruise 2016 yang merupakan periode musim keduanya. Koleksi Cruise 2016 pertama kali ditampilkan dalam sebuah sesi presentasi atraktif yang berlangsung di kota New York. Pada pertengahan bulan September lalu, Esquire berkesempatan untuk menyaksikan langsung sesi presentasi khusus media Asia Tenggara yang digelar oleh Gucci di Singapura. Pada acara yang dilangsungkan di kantor perwakilan Kering Group di daerah Sommerset ini, deretan busana dan aksesori dari koleksi Cruise 2016 ditata dengan apik.

Koleksi busana Cruise 2016 masih mengusung spirit gaya retro yang dominan. Untuk koleksi ini, Michele terinspirasi dari masa keemasan dekade ’70-an. Craftmanship turut diperlihatkan lewat sematan ornamen yang terkesan playful. Aksentuasi bernuansa flora dan fauna juga turut ditampilkan pada beberapa opsi busana, baik dalam wujud motif cetak ataupun material bordir. Siluet busana yang ditampilkan tampak ramping, dan terkesan begitu erat memeluk tubuh. Terlihat dari beberapa pilihan jaket atau mantel yang ditawarkan. Palet warna yang ditawarkan lebih variatif, tapi bisa dikatakan rona hangat menjadi benang merahnya. Koleksi Cruise memang sebuah masa peralihan dari musim dingin menuju musim semi. Pemahaman itu tidak ditinggalkan oleh Michele begitu saja. Terbukti dengan beberapa opsi busana yang dihadirkan, misalnya sweater dengan bahan wol ringan dan mantel panjang selutut, vest dengan motif vintage, jaket bomber, cardigan hingga jaket kulit. Ada pula setelan dan blazer dengan permainan motif yang terkesan artsy. Pada rangkaian busana kasual, seperti celana pendek, sweater dan jaket, kesan retro pun masih tetap terasa. Yang unik adalah pengaplikasian motif bunga pada kemeja berbahan tipis yang dipadankan dengan jaket bomber dan celana pendek dengan motif senada. Fokus pada detail busana terlihat lewat penggarapan ornamentasi yang terkesan rumit. Misalnya pada eksplorasi material bordir dalam bentuk berbagai macam hewan yang diaplikasikan pada sehelai sweater dan blazer. Motif klasik dari rumah mode ini juga kembali ditampilkan sebagai salah

satu strategi untuk menambah kuat kesan vintage pada koleksi tersebut. Kemeja yang biasanya terlihat monoton ditambahkan aksen tali panjang yang dapat disimpul hingga berbentuk pita. Hadir pula sematan bros dengan bentuk bunga yang ditambahkan dengan detail tali menjuntai pada beberapa opsi busana yang ditampilkan. Meskipun mengusung gaya retro, Michele menampilkannya lewat teknik padu padan yang terkesan apik dan dandy. Tampilan visual yang berbeda tampak jelas disuguhkan, tetapi tanpa meninggalkan DNA dari rumah mode ini. Kombinasi garisgaris warna merah dan hijau yang menjadi ciri khas Gucci tetap hadir, misalnya pada sisi tangan atau leher jaket. Pun pada koleksi tas dan sepatu yang mengusung warna andalan tersebut. Untuk koleksi busana pria, Michele memang baru mengerjakan tiga musim saja (koleksi musim semi dan panas 2016 sudah dipresentasikan di Pekan Mode Milan lalu). Namun dalam usia kepemimpinan yang terhitung masih muda, dia berhasil memberikan energi yang lebih segar dan inovatif dari rumah mode ternama asal Italia itu. Kiprah selanjutnya tentu benar-benar patut untuk dinantikan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.