THE EARTH IS LIKE A BEAUTIFUL WOMAN, WHO NEEDS A GENTLEMAN TO TAKE CARE OF.”

Esquire (Indonesia) - - Before We Salam Begin -

Mengapa di tanahku terjadi bencana... Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang....

Lagu lama dari musisi Ebiet G Ade ini kembali terngiang di kepala saya. Apalagi belakangan ini sahabat saya sering mengirimkan foto-foto pekatnya asap yang membekap Riau. Dia salah satu pejabat di sana. Menurut ceritanya, roda perekonomian lumpuh. Asap tak hilang, hujan tak datang. Hujan tak datang? Kenapa? Rasanya ada yang salah karena bencana demi bencana alam terjadi di negeri ini. Tak usah panjang berpikir pemerintah salah dan tak berbuat apa-apa. Tetapi mari kita berpikir, apa saja yang sudah kita lakukan untuk untuk alam ini? Jika Anda adalah pebisnis yang terkait langsung dengan pengelolaan alam, apakah selama ini Anda hanya mengeruk keuntungan dari alam?membuatnya “sakit” dan menyiramnya dengan limbah beracun? Atau sebaliknya justru sudah membuat alam lebih sehat? Lebih hijau? Pernahkah Anda berpikir, keuntungan sesaat bagi segelintir orang dapat berdampak negatif pada anak-cucu kita. Tengok saja bencana banjir, musim hujan yang terlambat datang, kebakaran dan asap akibat kemarau. Apa gunanya uang jika Anda tak bisa lagi menikmatinya karena bumi sudah tak nyaman lagi dihuni? Jika Anda bukan pebisnis, apa pun profesi Anda, sebagai pria sejati (seperti 10 pria pilihan Esquire di edisi ini), Anda sudah harus mulai menyikapi alam ini layaknya wanita yang harus disayang dan diperhatikan. Jika ini kita lakukan, percayalah alam pun akan ramah dan tak mengirim bencana seperti yang kini bertubi terjadi. “The earth is like a beautiful woman, who needs a gentleman to take care of.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.