LEBIH BAIK BAPAK?

Esquire (Indonesia) - - Reportase -

Selain pandangan negatif, ada lagi hal yang menjadi potensi konflik SAHD, yaitu dalam cara mendidik anak. Hal ini tentunya sudah menjadi konflik pada pasangan manapun yang memiliki anak. Namun dalam kasus tersebut, ada perbedaan dari cara mendidik kebanyakan orang, karena pada dasarnya anak akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bapak. Gocken coskuner-bali, peneliti dari chapman University, menunjukkan hasil penelitian pada 2012 mengenai hal ini. Menurutnya, pria memiliki kompetensi menjadi pengasuh anak karena kurangnya rasa stres dan para pria cenderung lebih terbuka memberikan tantangan risiko kepada anak mereka daripada seorang ibu. Jadi, bukan tak mungkin anak yang lebih banyak berinteraksi dengan bapak akan tumbuh menjadi anak yang lebih berani. Lebih ekstrem lagi, sebuah penelitian justru menunjukkan bahwa pria lebih cocok mengasuh anak sementara wanita lebih cocok berkarier. Sebuah organisasi di Amerika bernama National-at Home Dad yang berdiri sejak 2003 di chapman University, menemukan bahwa jumlah SAHD meningkat dengan keyakinan bahwa mereka lebih cocok untuk mengasuh anak. Mereka pun meyakini bahwa wanita memiliki karakter yang lebih cocok untuk meniti sebuah karier. Dan hal ini menurut mereka bukanlah alasan peregeseran gender.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.