DELI MAKMUR

Fashion enterpreneur (41)

Esquire (Indonesia) - - What I've Learned - Teks: Dicky Zulkarnain Foto: hanafi

Sejak dulu, saya menyukai dunia fashion dan lifestyle. Banyak orang yang selalu bilang, ‘jika ingin sukses, kerjakanlah apa yang kamu cintai’. Oleh karena itu, saya memilih dua bidang itu untuk saya tekuni. Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah saya dulu adalah seorang Sopir opelet, tapi dia banyak mengajarkan tentang nilai kegigihan, kerja keras dan kejujuran agar bisa menjadi orang yang sukses. Dia adalah salah satu role model saya dalam melihat contoh kepemimpinan yang baik. Saya pernah menduduki posisi General Manager di sebuah agensi asing, posisi tertinggi yang biasanya ditempati oleh ekspatriat. Tapi setelah mendapat posisi itu, saya lebih memilih untuk mendirikan agensi sendiri. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus bisa jadi lebih baik daripada sebelumnya. Banyak orang yang menyangka bahwa profesi yang saya jalani sekarang ini glamor dan mewah. Padahal, pekerjaan ini membutuhkan kerja keras, perhatian pada berbagai detail dan hasil yang berkualitas. Network juga sangat penting. Kita harus bisa mengenal banyak orang yang memiliki peran penting dalam industri ini. Kualitas produk dari desainer dan label lokal sebenarnya sudah cukup baik. Label internasional juga sudah cukup banyak yang masuk Indonesia. Sayangnya, banyak orang Indonesia yang merasa lebih bangga jika berbelanja di luar negeri. Selain menumbuhkan kesadaran untuk mengapresiasi produk lokal, berbagai pihak juga harusnya bisa bekerjasama untuk mendorong perputaran uang berlangsung di dalam negeri. Kualitas kerja yang baik mampu membuat kita bisa terus bertahan dalam industri yang penuh persaingan ini. Oleh karena itu, saya selalu menganggap team work sebagai satu hal yang mampu menjaga kualitas kinerja. Tentu saja akan selalu ada kompetitor yang menawarkan “harga” murah. Meskipun beberapa klien menganggap jasa yang kami tawarkan itu mahal, tapi kami selalu berusaha memberikan nilai lebih kepada mereka. Desainer mode yang baik itu harus bisa menyeimbangkan antara editorial value dan commercial value dalam setiap karyanya. Dia juga harus bisa memperlihatkan karakter khasnya dalam setiap kreasi. Saya mendirikan Fashion First dengan tujuan mempromosikan para desainer muda yang berbakat. Saya melakukan strategi branding seperti ini karena terinspirasi industri mode di London. Saya tidak suka apabila ada staf berusia muda yang terlalu mudah menyerah. Mereka memasuki industri komunikasi ini dengan persepsi bahwa pekerjaan yang mereka tekuni itu terkesan glamor. Padahal ini adalah suatu bidang yang sangat menuntut banyak kerja keras. Ken Sudarto, founder dari Matari Inc. tempat saya bekerja dulu, pernah memberikan nasihatnya kepada saya, ‘To dream the impossible dream’. Pesan itulah yang selalu memberikan semangat kepada saya dalam menekuni pekerjaan ini. Kalau untuk urusan refreshing, saya suka traveling. Saat jalan-jalan itu pun biasanya memasukkan berbagai kegiatan yang bisa mengembangkan pengetahuan berkaitan dengan pekerjaan saya. Misalnya, datang ke museum atau nonton konser musik. Dulu, saya biasa menjalani prinsip hidup ‘work hard and party hard’. Sekarang ini, motto hidup adalah ‘work hard, play hard and finding God’. Saya percaya bahwa berbagai pencapaian yang sudah saya raih ini berasal dari kerja keras dan keberuntungan. Saya selalu yakin bahwa semua yang terjadi itu bukan hanya berasal dari kerja keras saya sendiri. Di balik itu, pasti ada juga “pintu” yang dibukakan oleh tuhan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dan tidak boleh sombong jika sudah berhasil meraih kesuksesan. Setiap orang lebih baik mengerjakan apa yang memang disukainya. Dengan begitu, setiap masalah yang ditemukan dalam pekerjaan tentu akan bisa dilalui tanpa tekanan. Proses juga sangat penting. Dengan pengetahuan dan pengalaman baik yang didapatkan lewat proses panjang, seseorang akan bisa menentukan target dan memastikan kesempatan untuk mencapainya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.