DARI HIDUNG HINGGA EKOR

MALAM INI SUNGGUH “ISTIMEWA”.

Esquire (Indonesia) - - This Way Out -

HALO, KAWAN, SELAMAT DATANG DI ATAVIST!

Nama saya Jason, dan saya akan menjadi pelayan Anda malam ini. Seperti yang sudah pernah Anda dengar, juru masak kami sangat bersemangat untuk mempersembahkan seluruh hewan dalam masakannya. Sementara Anda tengah melihat-lihat koleksi anggur, saya perlu mengutarakan beberapa hal spesial kepada Anda.

Untuk hidangan pembuka, kami memiliki sup babat kimchi yang sedikit pedas berkat cucuran saus Sriracha dan taburan potongan tipis lidah sapi, yang digoreng hingga memiliki tekstur renyah, serta tambahan satu sendok penuh bubur daging fermentasi.

Selanjutnya, kami memiliki asinan andalan sang juru masak yang dicampur dengan jagung berondong karamel merek Cracker Jacks. Ada pula kardus kecil yang terisi penuh oleh potongan kecil ikan kod goreng dan tumbukan hati ikan kod dingin bercampur dengan biskuit maple tipis. Di atasnya ditaburi oleh parutan keju, minyak ikan kod, dan kaki laba-laba.

Kami juga memiliki empat menu utama yang spesial untuk malam ini. Pertama adalah seporsi bunga artichoke goreng bergaya Roman yang dimasak menggunakan minyak zaitun dan bawang putih. Hanya saja, bunga artichoke ini dibuat keseluruhannya dari dahi babi guling, dicampur dengan lapisan lemak domba lokal dan disiram minyak truffle, garam laut, dan darah burung.

Setelahnya adalah “Pesona Keberuntungan” yang sengaja diolah oleh juru masak kami untuk mengingat kembali akar budayanya. Kami memulainya dengan ‘semangkuk sereal’, yang berisi campuran remah tulang sapi dan cornflakes yang digenangi oleh gel babi, serta taburan ‘sereal’ yang terbuat dari escargot, kaki kelinci, dan tumisan potongan dadu paruh masak kaldu.

Lalu, kami memiliki kepala kambing organik dari Lembah Hudson, yang kami asapi selama delapan jam sebelum kemudian kami gabung dengan pecahan kepala sapi bakar untuk memunculkan aroma khas. Kepala kambing tersebut kami masukkan seekor kodok yang direbus di dalam susu babi hutan, dan kembali dibakar. Setelah dirasa matang, kami memotong kepala sapi tersebut dengan kapak dan menyemprotkan sedikit darah ke permukaannya, dan kemudian menyajikannya dengan kentang goreng dan ‘kacang hewan’ (kami sungkan mengatakan buah zakar. Ups, kami mengatakannya!).

Sajian utama terakhir, favorit saya. Juru masak kami biasa menyebutnya ‘Balon Anak-anak’. Sajian ini merupakan lambung rusa yang dimarinasi oleh keringat kambing dan air seni kepiting, kemudian dikembungkan dengan gas helium beraroma rosemary dan diikat oleh jaring babat sapi muda. Kami menyajikan hidangan ini di atas adonan kental usus ayam yang dicampur dengan torpedo tikus dan rambut anjing. Maaf, kami tidak menyediakan daging tenderloin. Baiklah, adakah yang tertarik dengan koktil? Mixologist kami sangat-sangat bersemangat mengenai infus …....

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.