JEBAKAN BONUS DEMOGRAFI

MEMPERHITUNGKAN BIAS BIAS KALKULASI SURPLUS ANGKATAN KERJA INDONESIA.

Esquire (Indonesia) - - INSIGHT - Teks: SOFYAN ANSORI

Beberapa tahun terakhir, tepatnya setelah Bappenas, BPS dan United Nations Population Fund bersamasama merilis buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, Indonesia dilanda euforia akan bayangan keuntungan dari bonus demografi. Dengan penanganan tepat, harapan mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar sesungguhanya dapat terwujud. Indonesia memiliki penduduk 251 juta pada 2015, dengan usia produktif sekitar 44,98% yang akan membengkak menjadi 305,6 juta dengan usia produktif nyaris 70% pada 2035 nanti. Angka yang meniupkan optimisme pada ekonom dan politikus Indonesia.

Bonus demografi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah peristiwa ketika, secara matematis, dua penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung satu penduduk usia nonproduktif, yakni anak-anak (<15 tahun) dan kelompok orang tua (>65 tahun). Dalam fase tersebut, diyakini produktivitas sebuah negara akan terdongkrak signifikan dari keadaan semula. Proporsi demografi memang telah terbukti menjadi prakondisi yang menentukan perkembangan perekonomian suatu negara.

Jepang, contohnya, saat ini mengalami kelesuan ekonomi yang salah satunya disebabkan persoalan piramida penduduk yang terbalik,

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.