BAGAIMANA ANDA BISA MENDAPATKAN JABATAN ITU DI KS?

Esquire (Indonesia) - - Cover Story -

Segera setelah pilpres, teman-teman yang terlibat dalam proses itu berkumpul dan bilang: “Oke, ini ada tenaga sekian banyak, terserah mau ditempatkan di mana. Dan salah satu tempat yang dijadikan lokasi [penempatan] itu adalah BUMN. Sebagian menjadi direksi, sebagian menjadi komisaris. Jumlahnya belasan. Saya lupa jumlah tepatnya. Kalau soal ini masih bisa dibilang ada urusan “bagi-bagi kerjaan” karena komisaris identik dengan orang yang tidak mengerjakan apa-apa. Tapi reaksi pertama saya ketika mendengar itu adalah: “Kalau ini hanya untuk disuruh duduk, terus tanda tangan [dokumen], saya tidak tertarik. Masih banyak kegiatan lain yang lebih penting dan menarik untuk saya.” Tapi kemudian ada [kebutuhan] revitalisasi BUMN. Dan pekerjaan yang dilakukan juga cukup strategis. Sebagai ketua komite audit, berarti memeriksa betul [jalannya perusahaan] sampe ke level yang paling [dasar]. Selain itu, juga melakukan sinergi BUMN. Seperti misalnya PT Waskita Karya, sebuah BUMN konstruksi, yang logikanya harus mengambil baja dari KS. Dalam banyak kejadian, hal itu tidak terjadi. Tugas saya adalah berkomunikasi dengan komisaris Waskita Karya yang juga sama seperti saya (sama-sama relawan Jokowi yang menjadi komisaris BUMN, red), Pak Victor Sirait. Intinya, kehadiran relawan dalam jaringan BUMN ini untuk transparansi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.