WHITE HAT HACKER

Esquire (Indonesia) - - Reportase -

Sejak munculnya komputer dan perkembangan teknologi lebih lanjut, hidup menjadi jauh lebih mudah. Pengolahan data secara digital, perkembangan informasi dan kemudahan bertransaksi, adalah beberapa contoh nyata yang bisa dinikmati oleh manusia modern. Akan tetapi, seiring perkembangan waktu, kecanggihan teknologi tumbuh sebagai fenomena yang bisa dikatakan seperti “pedang bermata dua”. Didorong oleh sifat tak pernah puas, ada saja beberapa pihak yang berusaha membuktikan kehebatannya dengan cara negatif. Apalagi sistem digital dan komputerisasi memang rentan terhadap gangguan yang diakibatkan oleh kelemahannya sendiri ataupun tindakan manusia.

Peretas, atau yang lebih dikenal dengan istilah hacker, adalah sebutan untuk orang atau kelompok mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam jaringan sebuah sistem komputer, baik yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau sekadar termotivasi oleh tantangan. Beberapa tindak kriminal seperti pencurian sejumlah uang dengan sistem pembayaran kartu kredit, tindakan pemalsuan serta pencurian informasi, mungkin sudah sering terdengar. Meskipun demikian, ada juga peretas yang menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif, misalnya melindungi sistem jaringan sebuah perusahaan atau lembaga tertentu. White hat Hacker, begitu istilahnya yang biasa terdengar.

Agar bisa mengetahui lebih lanjut mengenai kiprah dari seorang white hat hacker, Esquire menemui Adit yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang payment gateway, PT. Nusa Satu Inti Artha (Doku Wallet). Ini bukanlah perusahaan pertama yang menjadi arena baginya dalam mengaplikasikan kemampuan hacking yang dimiliki. Pengalamannya dalam aktivitas proteksi jaringan memang sudah cukup mumpuni. Di perusahaan jaringan transaksi online selama 24 jam tempatnya bekerja sekarang ini, dia menjadi kepala dari divisi Security & Risk Department. Secara garis besar, pekerjaan Adit adalah mengawasi dan melindungi setiap transaksi di server perusahaan. Seperti pekerjaan back office pada umumnya, dia pun harus pergi ke kantor dengan durasi waktu kerja tertentu. Akan tetapi, pada saat-saat khusus, dia bisa bekerja selama seminggu penuh. “Sebenarnya, pekerjaannya relatif cukup santai, tapi harus tetap

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.