INVASI POP SCULPTURE

Esquire (Indonesia) - - Check-out -

Pernahkah anda membayangkan untuk menciptakan karya dari sebongkah tanah liat? Kemampuan seperti itu dikenal dengan teknik mematung atau sculpting. Melalui teknik ini, anda dapat menciptakan sesuatu seperti yang ada di imajinasi. Sculpting pun tidak dibatasi dengan tanah liat saja, banyak orang-orang yang mengandalkan material lain seperti polymer clay, wax, kayu, dan lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan seni pahatan patungnya. hal tersebut terbukti dari banyaknya candi-candi dan patung bersejarah yang tersebar di berbagai daerah di tanah air.

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap seni memahat ternyata tidak hanya dimiliki oleh para leluhur saja. di zaman yang sudah modern ini, masih banyak orang yang memiliki antusiasme terhadap sculpting, meskipun pengaplikasiannya tidak lagi seperti dulu. Kini, banyak yang memanfaatkan beberapa material untuk sculpting dalam bentuk action figure. Beberapa orang yang memiliki kecintaan tersebut bahkan sudah memiliki komunitas tersendiri dalam menuangkan karya-karyanya, seperti Indonesia Sculptor Republic (ISR).

“Semua berawal dari minat dan hobi dari para anggota dalam membuat patung dan toys figure, yang akhirnya menjalin komunikasi dan berteman melalui media sosial hingga terbentuk komunitas,” ungkap Charly Chen yang menjabat sebagai ketua ISR kepada Esquire. Menurutnya, saling berbagi ilmu dan pengetahuan seni sculpting menjadi sangat menarik untuk dibahas. Masyarakat Indonesia saat ini masih banyak yang kurang paham dengan seni patung yang sudah beralih menjadi pop sculpture akibat perkembangan tren. Keberadaan ISR ini diklaim menjadi

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.