11

Esquire (Indonesia) - - MaHB -

Februari 2016 bisa dibilang adalah tonggak bersejarah pada dunia perfilman Indonesia. Pada tanggal itu, pemerintah merevisi peraturan sebelumnya yang menetapkan film sebagai salah satu dari daftar negatif investasi (DNI). Selama ini, investor asing yang ingin menanamkan modalnya di bidang film tidak dapat masuk ke Indonesia. Hal ini mencakup hal-hal seperti pembiayaan produksi sebuah film Indonesia atau pembangunan bioskop.

Pro kontra akan dicabutnya DNI telah muncul beberapa saat sebelumnya. Ada ketakutan bahwa masuknya investasi asing berarti penjajahan melalui film. Belum lagi stigma bahwa investasi asing hanya memiliki niatan buruk untuk menggerus budaya asli Indonesia. “Kalau soal masuknya budaya asing ke Indonesia, sekarang semua channel asing masuk lewat TV ataupun internet. Semua budaya dari pelosok dunia kita serap. Tapi bukan berarti mereka menjajah,” ujar sutradara ternama Joko Anwar pada

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.