GERAKAN CINTA RUPIAH

AJAKAN BERKONTRIBUSI UNTUK MEWUJUDKAN KONDISI EKONOMI YANG STABIL DI TANAH AIR.

Esquire (Indonesia) - - Insight Ekonomi -

Tujuh puluh tahun sudah republik ini lepas dari cengkeraman penjajah. Kita akhirnya bisa menghirup udara segar kemerdekaan setelah lebih dari tiga setengah abad hidup dalam penindasan. Kita semua, generasi penerus bangsa, berhutang budi kepada para pejuang dan pendiri ( founding fathers) republik ini. Mereka telah berkorban serta mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membangun sebuah negara yang bernama Indonesia. Bahkan, para pendiri bangsa tersebut telah merumuskan konstitusi negara—undang-undang Dasar (UUD) 1945—yang mengatur berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Konstitusi yang bersifat holistik tersebut mencakup ihwal ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (ipoleksosbudhankam).

Dalam perihal ekonomi, salah satunya, secara jelas diatur dalam pasal 23B UUD 1945 (setelah amandemen) mengenai mata uang Republik Indonesia. Selanjutnya, pasal 23B tersebut diejawantahkan dengan terbitnya Undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang. Sejak konstitusi republik ini terbentuk, amanat pasal 23B belum diatur dengan undang-undang tersendiri. Baru pada tahun 2011, undang-undang tentang mata uang ini kita miliki. Memang sedikit terlambat. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali. Sekarang ini, kewajiban kita sebagai warga negara salah satunya bisa dilakukan dengan mematuhi dan melaksanakan amanat yang termaktub di dalam undang-undang tersebut dengan sebaik-baiknya. Dua hal penting

Teks:

AGA NUGRAHA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.