TANPA BANYAK INGAR BINGAR, FILM YANG DISUTRADARAINYA MEMENANGKAN PIALA CITRA.

Esquire (Indonesia) - - Profil -

Teks: AYU DEWANTI

Foto: INSAN obi

KSenang, bangga, dan terharu. Itu jelas. Setelah perjalanan selama 1 tahun di luar negeri, akhirnya film ini diapresiasi di negeri sendiri.

Awalnya diputar di Jogja-netpac Asian Film Festival di 2014. Lalu international premiere- nya di Singapore International Film Festival. Setelah itu diputar di International Film Festival Rotterdam, Shanghai International Film Festival, Taipei International Film Festival, Toronto Reel Asian International Film Festival, Telluride Film Festival, Hongkong International Film Festival, dan masih banyak lagi. Di Shanghai, Siti mendapat nominasi Best Cinematography dan memenangkan penghargaan Best Scriptwriting. Sementara di Toronto mendapat honorable mention. Di Telluride, sineas Alexander Payne menonton Siti. Orang yang membawa Siti ke sana adalah Pierre Rissient.

Ya, karena masalah sensor dan sebagainya. Film ini tadinya belum lulus sensor. Tetapi panitia meminta kami untuk memasukkan Siti ke FFI. Kemudian mereka membantu kami untuk lolos sensor.

Ada regulasi, untuk bisa masuk bioskop, sebuah film harus memiliki 40 kopi. Kami tidak tahu aturan sesungguhnya. Waktu itu sudah pasrah saja film ini tidak lolos sensor. Selain itu, ada beberapa

Ketika menang FFI, [ada komentar yang berkembang] sepertinya film ini harus dipertemukan ke pononton yang lebih luas.

Tidak ada gambaran sama sekali. Perjalanan Siti sampai seperti ini, diapresiasi banyak pihak, bahkan sampai menang Film Terbaik itu... (Eddie tidak menyelesaikan kalimat, red). Terkadang saya dan Ifa (Isfansyah, produser Siti yang juga Sutradara Terbaik FFI 2011 untuk Sang Penari, red) berpikir: “Ini kok too much, ya.”

Ya, [sebenarnya] senang. Tapi, kadang-kadang terlalu... (Eddie tidak menyelesaikan kalimat, red). Ketika membuat film ini proses dan ceritanya sederhana. Kadang-kadang membuat kami sendiri tidak nyaman.

Sebenarnya, saya dan tim Fourcolours (rumah produksi Siti, red) sudah move on dari awal 2015. Sudah memikirkan proyek film lainnya. Tapi ternyata justru awal 2015 di Rotterdam, perjalanan Siti baru dimulai

Justru saya malah senang. Karena saya sangat respek pada Joko

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.