Take Me To Space

Esquire (Indonesia) - - Check-Out Luxury -

Manusia selalu menginginkan lebih, termasuk dalam memandang alam semesta. Setelah bumi berhasil dijelajahi, kini luar angkasa menjadi target selanjutnya. Akan tetapi, sejak sejarah penjelajahan antariksa dimulai di pertengahan abad 20, baru tercatat sebanyak 552 orang yang telah terbang di atas atmosfer bumi dan melintasi luar angkasa. Itu pun semuanya berasal dari lembaga-lembaga antariksa dunia yang didominasi oleh astronot resmi Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok.

Mungkinkah lebih dari tujuh miliar penduduk bumi lainnya mendapat kesempatan untuk turut menjelajah luar angkasa? Pertanyaan inilah yang menginspirasi Virgin Galactic, sebuah anak perusahaan Virgin Group milik miliarder Sir Richard Branson, untuk menghadirkan sebuah layanan penerbangan melampui atmosfer bumi bagi khalayak umum.

Didasari kesuksesan penerbangan swasta untuk pertama kalinya ke luar angkasa pada 2004 lalu oleh Spaceshipone buatan Mojave Aerospace, sebuah ventura aeronautika, Virgin Galactic pun menghadirkan Whiteknighttwo dan Spaceshiptwo sebagai kendaraan andalannya.

Whiteknighttwo adalah pesawat bermesin jet ganda dengan dua kabin terpisah yang berfungsi sebagai pemandu hingga ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15,2 kilometer. Bagian tengah pesawat ini difungsikan untuk mengangkat Spaceshiptwo dan roket satelit swasta dari permukaan bumi ke lapisan teratas atmosfer bumi. Didominasi oleh bahan komposit karbon, Whiteknighttwo didesain untuk terbang dan mendarat secara halus layaknya pesawat terbang.

Sedangkan Spaceshiptwo adalah pesawat inti yang akan membawa pelancong melesat ke luar angkasa. Pesawat dengan desain bersayap layaknya burung walet ini mampu mengangkut hingga delapan orang, termasuk dua pilot di dalamnya. Spaceshiptwo pun dianggap sebagai pesawat luar angkasa berkapasitas terbesar di dunia, mengalahkan rekor sebelumnya

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.