NUANSA RETRO

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

MODE ADALAH REFLEKSI dari pergerakan kondisi sosial dan budaya sebuah masyarakat. Premis itu terlihat dari setiap koleksi Ben Sherman yang selalu mencerminkan spirit masyarakat Britania. Untuk musim semi dan panas 2016, label ini mengombinasikan nuansa retro, corak budaya pop sekaligus teori blokade warna. Koleksinya terbagi dalam tiga tema, Carnaby Gingham, London Vinyl dan British Beach Huts. Tema pertama merujuk pada tren yang berlangsung pada dekade ‘60an, salah satunya merupakan motif gingham. Tema kedua berkaitan dengan pengaruh industri musik Inggris pada dekade ‘60-an, salah satunya korelasi antara The Beatles dengan gaya dandy. Sedangkan tema ketiga diinterpretasikan lewat penggunaan palet warna cerah dan motif atraktif. PERLU KEBERANIAN DALAM BERINOVASI untuk mencapai hasil yang gemilang. Filosofi itu setidaknya sudah dibuktikan oleh Alessandro Michele, direktur kreatif yang sukses membawa rumah mode Gucci kembali menjadi sorotan publik. Meskipun baru setahun memimpin label yang pernah dibesarkan oleh Tom Ford tersebut, dia berhasil memberikan sentuhan estetis menyegarkan. Majalah mode mengulas kiprah dan kreasinya. Angka penjualan pun dikabarkan meningkat signifikan. Beberapa penghargaan pun diberikan kepada Michele. Yang terbaru adalah penghargaan International Award dari CFDA (Council of Fashion Designers of America). Michele dikabarkan akan menerima penghargaan ini pada seremoni yang dilangsungkan pada bulan Juni mendatang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.