KONSISTENSI BERAT BADAN

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Statistik mengejutkan dari penelitian yang dilakukan Cornell University menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen orang yang berhasil menurunkan berat badan akan menjadi gemuk kembali dalam kurun waktu setahun. Hal ini terjadi karena mereka yang berhasil menggapai berat badan sesuai target kembali merasa puas dan kehilangan tujuan, sehingga pola makan dan intensitas olahraga tidak lagi sesuai dengan kondisi tubuh pada masa tersebut. Dr. Carly Pacanowski selaku ketua dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa seseorang yang ingin mempertahankan berat badan ideal harus konsisten terhadap tujuan berat badan yang ingin dimiliki. Seseorang sebaiknya menerapkan pola makan dan latihan cocok untuk tubuh dalam mempertahankan berat badan yang sudah dicapainya. Kepedulian untuk memiliki tubuh yang proporsional hampir dimiliki setiap pria. Namun, tidak sedikit pula pria yang sudah banyak menghabiskan waktu berolahraga dan memahat otot, kerap mengalami muscle dysmorphia. Muscle dysmorphia atau yang sering dikenal sebagai bigorexia banyak dialami pria yang terobsesi untuk mendapatkan tubuh yang kuat, baik itu lean look maupun muscle bulky. Tidak peduli seberapa besar atau kencang tubuh yang sudah dimiliki, mereka masih menganggap tubuhnya tetap kurus. Kondisi ini membuat mereka mengecek tubuh dengan bercermin hingga lebih dari 10 kali dalam sehari untuk memperhatikan perubahan kondisi tubuhnya.

mungkin sudah menjadi hal yang lazim bagi pencinta makanan seperti yogurt atau kefir. Ya, probiotik memang dikenal sebagai bakteri yang baik untuk tubuh. Meskipun begitu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kristina Secinaro, R.D., seorang peneliti dari Center for Clinical Investigation di Brigham menyebutkan bahwa konsumsi probiotik dalam skala besar dapat mempengaruhi sistem kekebalan yang tidak stabil dan kondisi kulit yang rusak. Menurut Kristina, kandungan bakteri yang ada para yogurt dan kefir harus dijaga keseimbangannya agar tidak merusak tubuh. Mengonsumsi yogurt dan kefir secara teratur bukan hal yang salah, yang perlu Anda perhatikan adalah memilih makanan yang mengandung probiotik dengan skala yang seimbang.

kerap diisi oleh beberapa orang yang sibuk latihan, ini membuat Anda menemukan orangorang dengan ekspresi yang beragam. Studi dari Frontiers in Human Neuroscience menunjukkan bahwa melihat ekspresi senang dan senyum di gym akan meningkatkan semangat dan performa Anda sewaktu latihan. Sebaliknya, jika Anda melihat ekspresi sedih, akan membuat Anda sekamin jenuh terhadap latihan yang dilakukan. Journal of Sports Science menyarankan untuk selalu membawa rekan saat Anda berlatih di gym, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi Anda untuk mendapat ekspresi yang positif.

Aktivitas di gym

Probiotik

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.