SINERGI DINAMIS

ATHLEISURE, SPIRIT YANG MENYATUKAN MODE DAN OLAHRAGA, SEMAKIN MENEGUHKAN EKSISTENSINYA DI MUSIM INI DENGAN BERBAGAI INOVASI.

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Beberapa tahun terakhir, gaya sporty tak pernah alpa dari sirkulasi tren mode dunia. Untuk mengemasnya dengan kesan lebih canggih, para pelaku industri mode bahkan sepakat mencetuskan kosakata baru: athleisure. Istilah yang menggabungkan kata athletic dan leisure ini merujuk pada rangkaian busana yang mengedepankan fungsi, kenyamanan dan fleksibilitas demi mendukung mobilitas kaum pria. Dengan kombinasi aksesori dan ragam busana sekunder, setiap pria kini bisa menjalani berbagai aktivitas (dari berlatih di gym, bekerja hingga bersosialisasi setelahnya) dengan satu tampilan utama yang berkesan praktis. Seiring berjalannya waktu, filosofi itu kemudian dikembangkan lebih matang lewat inovasi garis rancang hingga pengolahan material. Untuk musim semi dan panas 2016, spirit athleisure dikembangkan dalam tahapan lebih lanjut oleh berbagai desainer dan label mode ternama. Material hasil olahan dengan teknik teranyar, seperti neoprene, parasut nylon, katun ringan hingga gore-tex, menjadi opsi andalan. Struktur busana ditampilkan lebih bergaya trendi, namun tetap menomorsatukan kenyamanan. Track jacket hadir dalam material lebih ringan dan palet warna cerah. Jogger pants dikemas dengan siluet ramping. Proporsi busana tampil lebih eksploratif, begitu pun dengan strategi padu-padan. Setelan misalnya dikombinasikan dengan parka dan sneakers. Aksentuasi pada busana pun lekat dengan nuansa olahraga, misalnya motif mobil balap ataupun stripes khas seragam baseball. Topi baseball, tas punggung atau weekender yang menyerupai gym bag menjadi pilihan aksesori yang ditawarkan. Berbagai label sportswear pun tak mau kalah. Demi memanfaatkan kecenderungan yang tengah berlangsung, mereka mengajak desainer ternama untuk berkolaborasi menghasilkan koleksi khusus dengan tampilan dan harga lebih eksklusif. Adidas menjadi salah satu inovator berkat Y3, wujud sinerginya bersama desainer Yohji Yamamoto, bahkan sebelum tren athleisure berkumandang. Yang paling anyar adalah kolaborasi Nikelab (format ritel baru dari Nike) dengan tiga desainer ternama, Riccardo Tisci, Kim Jones dan Jun Takahashi untuk koleksi khusus Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Selain desainer mode, selebriti pun diajak berkolaborasi oleh label sportswear. Setelah Adidas dan Kanye West sukses mencuri perhatian lewat koleksi Yeezy, kini giliran kolaborasi Puma dengan Rihanna yang kerap dibicarakan oleh penikmat mode. Layaknya ranah olahraga yang identik dengan kesan dinamis, begitu pula dengan formula sinergis antara mode dan bidang tersebut. Interaksi keduanya menjadi jawaban dari kebutuhan kaum pria untuk tampil lebih bergaya, bahkan ketika mengenakan busana kasual sekali pun.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.