A CLASSIC REINVENTION

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

Pada tahun 1976, Jack Heuer, cucu dari pendiri TAG Heuer, mendesain sebuah jam tangan chronograph untuk merayakan kiprah perdana dari pembalap Niki Lauda bersama Ferrari di ajang kejuaraan Formula One. Pada saat itu, label jam tangan asal Swiss tersebut masih berpredikat sebagai official Timekeeeper untuk Scuderia (dari tahun 1971 hingga 1979). Kreasi perdana Jack Heuer itu kemudian dikenal dengan sebutan Monza.

Niki Lauda , Spirit dunia balap terasa begitu dominan GP Monaco lewat desainnya, dengan bagian coussin case (1975) terinspirasi dari kreasi jam tangan lansiran tahun 1925. ditilik dari segi teknologi, Monza mengandalkan fitur pulsometer (berfungsi mengukur tekanan jantung) dan tachymeter scale (berfungsi mengukur waktu dalam hitungan kecepatan). Untuk merayakan empat dekade usia Monza di tahun 2016, TAG Heuer melansir kembali The Heuer Monza Chronograph. Karakter khasnya masih terasa lewat penggunaan bagian coussin case yang berbentuk unik dan berpalet warna hitam dengan sematan fitur pengukuran waktu. Untuk mendukung lebih maksimal fungsinya, turut ditambahkan lapisan Superluminova berwarna oranye pada bagian kolom chronograph. Agar lebih berkesan kontemporer, material grade 5 titanium digunakan sebagai bagian case sehingga terasa lebih ringan. Akan tetapi, ukuran diameter case-nya diperbesar, dari 39 mm menjadi 42 mm. Gaya sporty juga diisyaratkan lewat penggunaan bagian strap bertema “super racing” yang terbuat dari tali kulit lembu yang diperkuat teknik jahit khusus. Seperti jam tangan klasiknya, versi baru Monza masih menawarkan kelebihan fitur pulsometer dan tachymeter scale. Fungsi chronograph-nya ditunjukkan lewat kehadiran dua kolom pengukuran waktu pada bagian dial. Akurasi penghitungan waktunya terjamin lewat penggunaan mekanisme movement berkekuatan 17 automatic calibre. Logo Heuer yang berkesan vintage dan label Monza tertoreh pada bagian belakang case sebagai penanda salah satu bukti pencapaian TAG Heuer. Jam tangan ini konon sudah menjadi salah satu target incaran pencinta horologi saat ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.