EKSPRESI ESKAPISME

Spirit kebebasan Menjadi karakteristik utama Yang ditawarkan berbagai desainer dan label dalam koleksi busana Musim panas kali ini.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Istilah “busana musim panas” mungkin terdengar sedikit absurd bila digunakan di negara beriklim tropis seperti indonesia. Tak dapat dimungkiri, siklus industri mode memang digerakkan oleh empat negeri yang memiliki empat musim. Jika mau berpikir positif, sesungguhnya koleksi musim tersebut (yang relevan dengan iklim di Tanah air) merupakan tawaran kesempatan bagi kaum “sadar penampilan” untuk berinvestasi selama setahun ke depan. Teori ini tentu akan dianggap kesalahan jika merunut pada falsafah industri mode yang selalu menuntut pembaharuan. akan tetapi, resesi ekonomi berkepanjangan yang terjadi akhir-akhir ini setidaknya menjadi alasan bagi sebagian orang untuk berpikir sekian kali dalam menumpuk “harta” di dalam lemarinya.

di luar fungsinya sebagai opsi sandang, kreasi mode juga dianggap sebagai hasil laku kreativitas yang dianggap zeitgeist dari masyarakat pendukungnya. sama halnya dengan karya seni, kreasi mode bisa menampilkan wujud refleksi ataupun bentuk negasi dari realitas yang ada. koleksi musim panas kali ini misalnya bagai mengembuskan optimisme yang bertolak belakang dari kondisi dunia yang makin memanas akibat perang ataupun ekonomi yang lesu. palet warna cerah, konfigurasi motif atraktif, struktur busana yang kasual, adalah sebagian bukti dari eskapisme yang ditawarkan berbagai label dan desainer.

eskapisme juga ditunjukkan dari kecenderungan berbagai desainer yang bermain-main dengan nilai-nilai kontradiktif. kombinasi sandal-kaus kaki yang tadinya dianggap tabu malah menjadi salah satu tren yang ditawarkan label bottega Veneta, Versace hingga kenzo. piyama yang identik dengan busana tidur dijadikan inspirasi untuk tampilan semi-formal. strategi tersebut tampak dari beberapa koleksi busana dari Xander shou, Topman design dan agi & sam. Citra maskulin dan feminin pun kini sudah semakin mengabur. Hal itu terbukti dari upaya Christopher bailey yang menjadikan brokat sebagai material utama koleksi burberry prorsum. J.W. anderson turut mengaplikasikan bahan sheer yang berkesan feminin dalam beberapa opsi atasan koleksinya.

untuk menjangkau pasar yang lebih luas, beberapa citra hierarkis perlahan-lahan mulai disingkirkan oleh para penggiat mode. predikat “Parisian Chic” atau “kemewahan italia” berangsur-angsur terkikis. inspirasi dalam berkreasi mulai dikembangkan. koleksi louis Vuitton misalnya memperlihatkan inspirasi kekayaan budaya dan alam asia Tenggara serta duo dolce & gabbana yang terobsesi dengan pengaruh budaya Tiongkok. dengan perubahaan sosial dan budaya yang berlangsung di sekitarnya, industri mode turut berevolusi. satu yang pasti, mode selalu berusaha menyampaikan optimisme. setiap orang masih bisa tetap terlihat memesona di situasi sulit sekali pun.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.