1. ANGKA PENETRASI

Esquire (Indonesia) - - Reportase -

transportasi nyaman tanpa keharusan dari masyarakat untuk mengeluarkan beaya yang cukup besar. Bahkan kita juga bisa meminta jasa mereka untuk mengantar barang. Menurut Danny Oei, CEO dan Co-founder Mindtalk dalam sebuah presentasi (Nova, 14 Maret 2016), perilaku konsumen Indonesia dapat terbagi dalam beberapa poin yang mampu memberi bukti bahwa pola belanja konsumen itu berubah, antara lain adalah:

mobile subscription yang luar biasa; penetrasi pemakai layanan mobil kini mencapai angka 112 persen, yang berarti jumlahnya melebihi jumlah penduduk Indonesia. Bagaimana bisa? Hal ini disebabkan oleh kebiasaan unik masyarakat Indonesia memiliki dua hingga tiga ponsel untuk diri sendiri.

lewat ponsel cerdas. Akses bisa dilakukan di mana pun, termasuk di rumah.

bukan lagi suatu prioritas bagi on-line Kini sekitar 72 persen lebih memilih berbelanja karena mereka ingin menghemat waktu ketimbang uang. Lalu sebenarnya apakah itu? Nayoko Wicaksono, CEO Seekmi. com berpendapat bahwa e-commerce merupakan terminologi umum untuk suatu trasaksi komersial berupa pembelian, penyewaan, atau penjualan secara on-line. “Di Indonesia, kebanyakan paradigma mengenai e-commerce hanya untuk jual-beli barang, padahal potensi e-commerce itu jauh lebih besar. Dari Seekmi, saat ini kami baru saja memulai untuk merevolusi di bidang jasa,” ungkap Nayoko yang mendirikan Seekmi, sebuah situs yang menghubungkan pengguna dengan jasa profesional.

Menurut pria kelahiran 1989 ini, sempat diramalkan bahwa tahun 2015 on-line sales di Indonesia mencapai hingga 3,56 miliar dolar Amerika. Ini merupakan angka yang fantastis dan kenyataannya pun tidak meleset jauh. “Artinya, ada significant opportunity dibandingkan dengan market yang sudah lebih berkembang seperti Amerika, yang persentase e-commercenya mencapai hampir lima persen dari total retail sales. Berdasarkan hal tersebut, saya melihat perjalanan e-commerce di Indonesia masih panjang,” jelasnya dengan nada yakin.

Jenis-jenis bisnis e-commerce pun beragam. Di antaranya adalah jual-beli komoditas, jual-beli barang, jual-beli layanan (Seekmi, Grab, Uber), jual-beli informasi (advertising, classified, directories), jual-beli experience (travel, trip, tour, dan lainnya), serta masih banyak lagi. “Kami mengembangkan Seekmi dari scratch dan awalnya memang mulai dari situs web. Belum lama ini, kami baru saja meluncurkan aplikasi kami ke publik dan berharap aplikasi tersebut diunduh oleh banyak orang,” papar Nayoko penuh harap.

Nayoko juga berpendapat bahwa e-commerce telah menjadi peluang terbaik dan terbesar bagi bisnis, contohnya adalah di bisnis e-commerce yang dijalaninya untuk bertransaksi saat ini. “Dengan semakin banyaknya transaksi yang terjadi, ini akan mendorong angka yang cukup signifikan dalam memberikan deal bisnis baru bagi para penyedia jasa dan profesional. Kini menemukan customers tidak sesulit dulu berkat e-commerce.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.