Perayaan Batik

Esquire (Indonesia) - - Style Guide -

Menyusuri jalan champs elysees, Paris, mata saya tertegun melihat papan promosi kerja sama brand antik Batik dan salah satu retail besar negara itu, Monoprix. ini menyadarkan saya lagi bahwa batik -bukan print- (yang dianggap asal jawa) benar-benar sudah mendunia. Padahal pendiri antik Batik, Gabriella cortese, bahkan tidak belajar membatik di jawa melainkan di Bali.

Maka ketika Mei lalu salah satu mal terbesar di jawa Timur, Tunjungan Plaza mengadakan satu gelaran fashion yang mengangkat keanekaragaman batik, saya sungguh gembira. apalagi ketika diminta terlibat langsung sebagai juri di beberapa lomba seperti Surabaya Fashion Designer Award, Kid’s Wear Designer Competition, surabaya Model Search serta Kid’s Model Search yang baru tahun ini diadakan.

sungguh luar biasa komitmen penyelenggara yang dengan gempita mengumpulkan kekayaan corak dan motif batik dari 38 kabupaten di jawa Timur. upaya yang patut diacungi jempol karena tidak semua warga jawa Timur apalagi nasional mengenal batik jawa Timur. satu proyek yang bisa ditiru daerah lain atau para penggiat batik.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyukseskan tujuan mulia ini antara lain dengan mengundang tujuh guest designer mendesain busana dengan batik jawa Timur (disediakan apbj, asosiasi Perajin Batik jawa Timur: Billy Tjong, ali charisma, Bramanta wijaya, Yosep sinudarsono, soko wiyanto, sapto djojokartiko dan sav Lavin. ada juga fashion show puluhan desainer surabaya dan jakarta, moslem runway, sekolah mode serta fashion show internasional brand tenant Tunjungan Plaza. acara bertajuk Surabaya Fashion Parade yang sudah sembilan kali diadakan ini mengambil tema Vismaya navamika. Yang unik, pre event gelaran ini berupa fashion show di atas pesawat Batik air. “Meskipun susah karena pesawat kadang goyang, tetapi kami puas,” kata dian apriliana dewi, Promotion Manager Tunjungan Plaza Mall . “ini agenda tahunan bahkan sekarang ini sudah mulai memikiran agenda tahun ke sepuluh”. Melengkapi, ada juga seminar seperti “Misteri selembar kain Batik jatim dan cara Berkain” dengan pembicara kibas by Lintu Tulistyantoro, workshop kampung batik Vismaya navamika, workshop Batik Tulis dan batik celup serta afterparty dengan FTV indonesia. semoga dengan acara-acara semacam ini, batik lebih dikenal dan dicintai masyarakat indonesia . sehingga jika suatu saat kita menyusuri jalan di belahan dunia lain, terpampang batik karya desainer indonesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.