EKONOMI DAN INVESTASI PRIBADI

Esquire (Indonesia) - - Insight -

Investasi pribadi atau individu dalam berbagai bentuk terkait erat dengan perkembangan ekonomi. Pada saat pertumbuhan ekonomi tinggi investasi peluang investasi pribadi dalam berbagai bentuk investasi memberikan prospek imbal hasil (return) yang baik. Namun pada saat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan, seperti sekarang ini, peluang investasi yang menjanjikan imbal hasil yang baik semakin terbatas dan tidak mudah didapat.

Dalam triwulan pertama 2016, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan, yaitu menjadi 4,9 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 5 persen. Meskipun demikian, stabilitas ekonomi masih terjaga baik, dengan nilai rupiah yang sejak awal tahun (ytd atau inflasi yang sedang berjalan, Red) mengalami apresiasi atau penguatan sebesar 0,7 persen sejalan dengan peningkatan indeks pasar modal sebesar 2,6 persen (ytd). Harga obligasi pemerintah juga mengalami penguatan (yield menurun) yang masih menarik, terutama bagi investor asing.

Secara sektoral, sektor yang tumbuh tinggi adalah konstruksi, jasa keuangan dan telekomunikasi. Sektor yang pertumbuhannya negatif adalah pertambangan seiring dengan rendahnya harga komoditas. Karena itu daerah-daerah penghasil komoditas, seperti Pulau Kalimantan, mengalami pelemahan ekonomi yang signifikan.

Pada umumnya, investor individual menginginkan investasi dengan risiko rendah dan imbal hasil yang

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.