TERTANTANG MERESTORASI

Esquire (Indonesia) - - Artikel Tema -

ini kebanyakan adalah buatan luar negeri.

Menurut Anda, harga mobil klasik itu dinilai berdasarkan apa saja?

Menurut saya, kalau di Indonesia itu tidak ada standar, sedangkan di dunia itu mungkin banyak standarnya. Indonesia itu menganut demand and supply jika menyangkut mobil klasik. Jika supplynya banyak, maka harga akan turun. Jika demand-nya banyak namun supply-nya tidak ada, maka harga akan melambung. Terkadang, ada beberapa aspek yang membuat harga suatu mobil klasik sangat mahal, misalnya dari nilai sejarahnya.

Apakah sulit untuk mendapatkan mobil-mobil seperti ini di Indonesia?

Menurut saya, kalau di Indonesia untuk mendapatkan mobil seperti ini ada rumusnya. Kalau dulu, mobil-mobil ini dibawa oleh bangsa Belanda saat masih zaman penjajahan. Untuk dapat menemukan mobil ini biasanya harus ke daerah perkebunan. Atau bisa didapat dari mereka yang pernah mengenyam pendidikan di luar, beberapa dari mereka saat itu akan kembali ke Indonesia dengan mobil-mobilnya.

Apa Anda memiliki tip bagi mereka yang ingin memiliki mobil klasik dan cara merawatnya?

Kalau untuk pemula, sebaiknya tidak langsung membicarakan cara merawat, namun mengidentifikasi motif memiliki mobil klasik itu sendiri. Ada yang beli hanya untuk senang-senang, ada juga yang beli untuk diapresiasi. Kalau hanya untuk senang-senang, sebaiknya tidak membeli mobil klasik yang real, tapi lebih memilih mobil hot rod (mobil klasik dengan mesin-mesin baru) agar perawatannya juga lebih mudah. Sedangkan mereka yang ingin memiliki mobil klasik yang real, sebaiknya dapat mengapresiasinya. Sebab kalau tidak, maka pada akhirnya mobil tersebut hanya akan dipajang dan tidak dirawat, sehingga nilainya pun akan jatuh. Para pemilik mobil klasik juga sebaiknya memiliki planning mengenai budget tidak hanya saat membeli, tapi juga budget untuk merawatnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.