MENYADARI DIRINYA PELUKIS OTODIDAK,

Esquire (Indonesia) - - Galeri -

pria ini tak henti mengasah kemampuannya. Gaya Salvador Dali ia eksplorasi, belajar teknik melukis kain ala pelukis Eropa, merantau ke Bali dan tentu saja menyerap gaya lukisan Bali tanpa disadarinya, makin memperkaya nilai artistik dalam karyanya saat ini.

Meski beberapa prestasi seperti 10 besar Philip Morris Art Award pernah dicapai Cucu, namun kesederhanaannya mengatakan bahwa kesulitan terbesarnya adalah mendapatkan gagasan. Bagi Cucu, seni adalah bahasa simbolik yang merepresentasikan pikiran dan perasaan, karya yang disukainya juga harus menyampaikan sesuatu. Ini sebabnya ia suka menampilkan manusia dan masalah sosialnya. “Melukis bagi saya adalah profesi, kebutuhan, dan sarana berekspresi,” ungkapnya jujur.

Saat ditanya pendapat mengenai Bazaar Art Jakarta, “Untuk saya pribadi mah.. walau hanya setahun sekali, acara ini penting bagi saya sebagai ajang eksistensi di dunia seni rupa. Berkah tersendiri bagi saya yang agak 'kuper' di dunia persilatan seni rupa karena diajang itu berkumpul hampir semua galeri terdepan di Indonesia, jadi saya bisa sedikit membaca perkembangan seni rupa terkini.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.