TRINIDAD, MI VIDA!

Esquire (Indonesia) - - Check-Out -

JTeks & Foto: Lewi AGA Basoeki ika selama ini Anda berpikir bahwa hanya ada satu tempat di dunia bernama “Trinidad,” yaitu negara Trinidad dan Tobago, maka Anda salah. Ada satu lagi daerah di dunia bernama Trinidad yang juga punya sejarah tersendiri yang menarik dan patut untuk dikunjungi sekali seumur hidup. Letaknya kurang lebih lima jam dari ibu kota Kuba, Havana dan berada di bagian selatan Negara Paman Fidel tersebut. Trinidad menawarkan sensasi petualangan yang berbeda dibandingkan daerah lain yang ada di Kuba. Walaupun ada pepatah yang mengatakan ada banyak jalan untuk menuju kota Roma, hal tersebut tampaknya tidak berlaku untuk mencapai Trinidad. Hanya ada dua pilihan, yaitu menyewa private taxi dari Havana atau menumpang bus Viazul, bus antarpropinsi yang sangat akrab bagi para traveler.

Anda yang menggunakan bus Viazul dari Havana atau Cienfuegos bisa turun di satu-satunya terminal yang ada di kota Trinidad. Bersiap-siaplah untuk disapa dengan ramah oleh para pemilik casa particulares, penginapan yang dijalankan oleh penduduk lokal dan terdaftar di pemerintah atau para sopir bicitaxi alias becak ala Kuba. Cukup katakan “No, gracias!,” maka mereka pun akan menjauh. Terminal bus ini letaknya hanya beberapa blok dari pusat kota dan gedung-gedung bersejarah, Anda bisa berjalan kaki menuju penginapan atau hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Trinidad adalah salah satu kota di Kuba yang masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1988 selain kawasan kota tua Havana. Trinidad merupakan kota ketiga yang dibangun oleh Spanyol di masa penjajahannya di Kuba pada tahun 1514. Kota ini memiliki sejarah panjang mengenai para tuan tanah, perbudakan dan bagaimana perkebunan tebu serta pabrik gula turut serta di dalam membangun kota yang dipenuhi dengan arsitektur Spanyol tersebut.

Berjalan-jalan di Trinidad berarti melangkahkan kaki di salah satu kota di Amerika Selatan dengan cobblestone street, alias jalan bebatuan yang tersusun dengan baik. Semua jalan di kota ini mengarah ke Plaza Mayor, sebuah simpul pertemuan dari kehidupan para tuan tanah serta bangsawan Spanyol yang menghuni rumah-rumah megah di tengah kota pada masa lampau dan sekarang ini,

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.