THE CHOSEN ONE

Mengukur kapabilitas Manajemen puncak dalam berbisnis.

Esquire (Indonesia) - - MaHB -

analisis untuk mencari peluangpeluang baru, atau paling tidak untuk pengembangan usaha yang sudah ada. dia menentukan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai kesempatan bisnis tadi, menggariskan kebijaksanaan jangka panjang dan pendek, menetapkan rencana, program, sampai mewujudkan peluang menjadi proyek yang konkret.

Yang seringkali menjadi sumber perdebatan, apakah seorang manajer puncak hanya terbatas fungsinya untuk menekuni proses pengambilan keputusan tentang hal-hal yang besar? Beberapa orang mengatakan bahwa semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang, semakin dia mengesampingkan keterlibatannya pada masalah teknis dan administratif, dan tinggal berkonsentrasi penuh pada masalah yang konseptual. Teori itu ada benarnya, tetapi justru seringkali menyesatkan. General Manager harus serba tahu. Menurut Yusman susanto, seorang pelatih bisnis dan advisor dari actioncoach, salah satu tantangan yang sering dihadapi owner maupun Ceo perusahaan adalah sulitnya mencari orang yang tepat di posisi puncak manajemen. efek yang paling merugikan dari mendapatkan orang tidak tepat adalah ketika akan melakukan ekspansi bisnis, pengusaha atau Ceo tidak memiliki tim internal yang cukup kompeten dan bisa dipercaya untuk menjabat posisi yang diperlukan. ekspansi bisnis selalu berawal dari munculnya kesempatan baik (business opportunity) dan itu jarang terjadi. Tapi dengan adanya tantangan kekurangan orang dalam yang kompeten, owner atau Ceo harus mencari kandidat di luar perusahaan. seorang Ceo harus bisa mencari manajer yang bisa menularkan inspirasi kepada kelompok karyawan untuk bekerja secara antusias, menggelitik inisiatif dan kreativitas mereka, sekaligus bisa menimbulkan rasa kebutuhan untuk mengembangkan bakat yang berguna untuk kemajuan perusahaan dan pribadi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.