FEATURING ANIMALS

Esquire (Indonesia) - - MaHB -

Bukan hal yang mengejutkan kala musisi berlomba-lomba menggandeng nama-nama besar untuk dilibatkan dalam sebuah karyanya. simbiosis mutualisme antar musisi ternama ini dipercaya menjadi formula jitu untuk memikat para penikmat musik. namun, apa jadinya jika justru binatang dijadinya sebagai kawan kolaborasi dalam karyanya? Hal yang mengejutkan ini ditunjukkan dalam acara BBC Radio 3: late Junction baru-baru ini oleh Rachel musson, seorang saxophonist dan penyanyi sekaligus violinist alice zawadzki yang mengimprovisasi karya-karya mereka dengan lantunan suara nightingale atau yang biasa disebut burung bulbul. kepiawaian menghadirkan musik dengan bekerja sama menggunakan suara binatang asli memang terbilang unik. namun, ini bukan berarti mereka menjadi yang pertama menampilkan suara binatang dalam lagunya. Beberapa menganggap binatang yang berpartisipasi tak perlu dianggap sebagai kolaborator, karena memang tidak semua musisi menggunakan suara binatang di sepanjang lagu, melainkan hanya dalam porsi kecil. The Beatles merupakan salah satu grup musik legendaris yang lebih menyukai suara binatang dalam komponen musiknya. contohnya, ada suara babi mendengus pada lagu Piggies, burung hitam berkicau di lagu Blackbird, dan paul berpura-pura menjadi anjing pada akhir Hey Bulldog. Jika anda pernah mendengar lagu Good Morning Good Morning, anda akan seperti mendengar karnaval suara binatang. ide ini datang dari John lennon bersama sound engineer Geoff emmerick dalam menciptakan montase suara-suara binatang dengan satu aturan. selain itu, beberapa musisi menerapkan lagu-lagu dengan suara binatang yang sudah dimodifikasi. Tengok saja lagu Work It dari missy elliot dan Candyman dari christina aguilera yang memasukkan suara terompet yang menyerupai suara gajah. serta suara auman singa di lagu Harlem Shake karya Baauer. anda juga dapat mendengar auman singa di lagu Roar yang dinyanyikan oleh katy perry. Tidak sebatas menghadirkan suara-suara dari binatang yang besar, charles Heston pun pernah memasukkan suara katak dan serangga cicada pada lagunya yang berjudul Stump. Setelah dua tahun berselang sejak album terakhirnya, Gajah, rilis pada 2014 silam, Tulus kembali hadir dengan peningkatan musikalitas yang mengagumkan di album baru bertajuk Monokrom. Vokal berat milik musisi peraih penghargaan Penyanyi Solo Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015 itu banyak bersenandung dalam melodi sendu yang tidak biasa, seperti pada dua single utamanya, Pamit dan Ruang Sendiri. BRITNEY spears Pesona mega diva dari seorang Britney Spears selalu berhasil menuai decak kagum khalayak, seperti pada album studio kesembilannya, Glory, yang dirilis pada akhir Agustus lalu. Diproduseri oleh produser kenamaan dunia, Karen Kwak, album Glory banyak mengusung lagu-lagu pop elektronik dengan beberapa beat yang mengingatkan pada tipe musik Britney di era awal 2000-an, seperti pada lagu Make Me yang dinyanyikan duet dengan rapper G-eazy misalnya.

GLORY

MONOKROM Tulus

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.