OBSESI TAMPIL BEDA

Esquire (Indonesia) - - Style Runaway -

KESADARAN GAYA INDIVIDUAL YANG TERCERMIN DALAM KOLEKSI MUSIM GUGUR DAN DINGIN 2016.

“That evening, at eightthirty, exquisitely dressed, and wearing a large button-hole of Parma violets, Dorian Gray was ushered into Lady Narborough’s drawing-room by bowing servants.” Begitulah salah satu deskripsi oscar Wilde mengenai karakter Dorian Gray dalam novel ikonisnya yang berjudul The Picture of Dorian Gray. Di masa sekarang, karakter Dorian Gray yang berpenampilan fashionable dan bahkan flamboyan bisa dengan mudah ditemukan di mana saja, dari presentasi koleksi Pekan Mode, akun instagram, beberapa situs street style, perhelatan besar dan pesta, hingga sewaktu santap siang saat hari kerja sekali pun. Pria masa kini begitu memerhatikan penampilannya, dan tak ragu lagi dalam mengekspresikan kepribadiannya lewat busana dan aksesori yang dikenakan.

kecenderungan lain yang terlihat pada kaum pria masa kini adalah kebanyakan dari mereka tak ingin berpenampilan monoton

dan berkesan konvensional. Gaya personal tak lagi harus terbatasi oleh tren, citra, norma ataupun standar gender. ketika untuk pertama kalinya alessandro Michele menampilkan koleksi Gucci berupa kemeja chiffon dengan aksen pita, busana bernuansa retro, dan detail siluet ramping, tak sedikit pencinta mode yang merasa heran dengan perubahan karakter desain label tersebut. kini, Gucci menjadi salah satu rumah mode yang presentasi koleksinya selalu dinantikan dan meraih peningkatan angka penjualan di tengah lesunya transaksasi dagang dunia retail.

sang inovator J.W. anderson yang setia mengusung konsep gender bender bahkan mulai melangkah ke tahap kreativitas baru yang berfokus pada pengolahan material, meskipun pada koleksi musim gugur dan dingin 2016 masih memperlihatkan struktur penuh detail dan siluet ramping khasnya. Pengalaman memegang kendali kreativitas label loewe dan berbagai penghargaan yang diraihnya mungkin mendorong sang desainer untuk lebih memerhatikan segi komersial dalam berkarya. karakter Dorian Gray yang gemar tampil memesona untuk menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya adalah refleksi dari keinginan sebagian besar kaum pria masa kini. ornamentasi busana secara maksimal menjadi jawaban insan-insan mode untuk kebutuhan tersebut. setelan bermotif dengan rangkaian bordir Dolce & Gabbana, jaket kulit dengan aksen fringe saint laurent, jaket dengan paneling dua bahan dan ornamen kancing lansiran Givenchy, serta jeans bermotif flora dari Dior Homme, adalah beberapa buktinya. Belum lagi dengan tawaran gaya quirky yang bisa dibilang merupakan evolusi dari tren dekonstruksi yang pernah digaungkan oleh rei kawakubo dan Jean Paul Gaultier.

Di musim ini, lengan busana sengaja dibuat lebih panjang pada koleksi Maison Margiela dan tali-temali yang menjuntai dijadikan aksen oleh yohji yamamoto. “Gaya eksentrik” bisa dibilang sebagai kata kunci baru bagi pria masa kini dalam berbusana.

Bertahun-tahun lalu, kaum pria harus bisa berpuas diri dengan kode dan stereotip berbusana, yang bisa dibilang lahir dari jebakan sistem gender. kini, bersamaan dengan perubahan struktur sosial dan masyarakat, mode yang merupakan produk budaya pun menawarkan kriteria bergaya lebih fleksibel. kaum pria pun sekarang ini memiliki lebih banyak pilihan dalam mengekspresikan dirinya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.