Ketika seorang seniman dihadapkan oleh praduga bahwa MASA depannya tidak jelas, sanggahan Atau bantahan itu tidak diperlukan. MASA depan seorang seniman Adalah visi yang hanya bisa dilihat oleh MATANYA sendiri.”

Esquire (Indonesia) - - Insight -

tercermin lewat tema dan gaya karyanya, maka brand atau korporasi tersebut akan mengaitkan identitasnya sendiri dengan sang seniman. Terjadilah kolaborasi, bukan hanya komisi.

ketika profesi lain memiliki tangga karier untuk didaki secepat solusi yang mereka tawarkan, maka seniman tidak memiliki tangga tersebut. Seniman memiliki perjalanan karier. bukan vertikal, melainkan horizontal.

pada perjalanan karier yang horizontal ini, identitas dan integritas seorang seniman akan terus diuji dan diasah. Semakin kuat kepribadian seorang seniman, semakin kuat pula karyanya. kepribadian yang kuat juga selalu memikat semakin banyak audiens. Jebakan bagi seorang seniman adalah di saat ia merasa perlu berkompromi untuk mencari audiens yang lebih banyak. Di saat seorang seniman berkompromi maka keunikan pribadinya akan melemah. Semakin banyak berkompromi, semakin hilang keunikan pribadinya, hingga semakin lemah integritasnya, semakin menurun nilai identitasnya. ketika seorang seniman memaparkan karya-karyanya dalam sebuah pameran, dia tengah memberikan sebuah pernyataan publik. Setiap pameran yang dia lakukan adalah titik-titik penting yang menandakan peta perjalanan kariernya. akankah titik-titik tersebut menunjukkan garis perjalanan berputar-putar tanpa arah menentu atau justru garis yang maju dari satu tempat ke sebuah tujuan yang jelas? lantas, apakah perjalanan seorang seniman ini mengikuti perkembangan zaman atau justru menjadi prophetic forecast yang memandu perkembangan cara pandang masyarakat sehingga menarik tren dan budaya ke arah selanjutnya? ketika profesi lain memiliki puncak (tangga) karier, maka tidak demikian bagi seorang seniman. Seorang seniman tidak memiliki puncak karier karena perjalanannya bukan vertikal. namun, seorang seniman akan tiba di sebuah area yang menjadi “domain”-nya. ranahnya. misalnya, seorang van Gogh tidak akan bermain dalam ranah mondrian. ranah seorang basoeki abdullah bukanlah ranah seorang affandi. “area kekuasaan” seorang Jewel bukanlah “area kekuasaan” seorang Sade adu. maka, ketika seorang seniman dihadapkan oleh praduga bahwa masa depannya tidak jelas, sanggahan atau bantahan itu tidak diperlukan. masa depan seorang seniman adalah visi yang hanya bisa dilihat oleh matanya sendiri. ada sebuah ranah yang hendak ditaklukkan oleh seorang seniman, yang seringnya bahkan belum bisa ia deskripsikan di tahap awal perjalanan karirnya, namun bisa ia rasakan. Yang seorang seniman butuhkan adalah pribadi-pribadi – dalam jumlah seperlunya – yang mendukung keteguhannya dalam hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ia percaya sehingga identitasnya semakin kuat. Saat identitasnya demikian kuat, maka tanda tangannya pun bisa menjadi jaminan nilai dan harga karyanya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.