Anti-aging khusus Pria

Esquire (Indonesia) - - Cerpen -

• ada beberapa faktor yang menyebabkan vitalitas dan keperkasaan pria menurun. Yang pertama adalah faktor makanan, misalnya konsumsi karbohidrat dan gula yang tinggi. Berikutnya adalah tingkat stres yang juga tinggi. Kurangnya olahraga dan keaktifan bergerak. Pterubahan hormon dalam tubuh juga bisa mengakibatkan turunnya vitalitas pria. Gangguan vitalitas juga bisa disebabkan oleh faktor genetik penyakit degenratif. beberapa gejala awal yang dikeluhkan oleh banyak pria berkaitan dengan menurunnya vitalitas, adalah: sering merasa cepat lelah, peningkatan lemak dalam tubuh, otot mulai mengecil, emosi mudah terganggu, dan konsentrasi berkurang, mudah mengantuk, libido menurun, tingkat ereksi menjadi lemah, rambut rontok, kulit kusam dan kualitas tidur berkurang. Untuk menanggulangi masalah penurunan vitalitas pada pria, belakangan ini muncul terapi Anti-aging yang mengombinasikan Male Rejuvenation Stem Cell dan terapi hormonal. Konsumen bisa melakukannya sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, CAATS (Computer Anti Aging Touch Screen), Nutrien Makro atau Mikro, mineral dan Oligo Scan. Terapi Anti-aging berkhasiat mendorong peremajaan sel-sel tubuh pria dari dalam melalui pemberian kombinasi stem cell rejuvenation dan terapi hormonal sehingga terjadi restorasi hormon yang diberikan dalam bentuk bioidentikal, sehingga fungsi organ tubuh dapat kembali bekerja secara optimal dan akan meningkatan performa mental dan seksual. Tubuh lebih kuat, konsentrasi kerja bertambah, daya ingat menjadi lebih baik, otot jadi lebih mudah terbentuk, gairah seksual kembali meningkat, dan ereksi menjadi lebih kuat dan keras.

Msc, Phd, Presiden lembaga World Council of Preventive & Anti Aging Medicine yang beranggotan 75 negara dan berpusat di Paris, Prancis.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.