Fakta Seputar Serangan Jantung

Esquire (Indonesia) - - Reportase -

Persentase Pria terkena Serangan Jantung lebih besar Dibandingkan Dengan wanita. Metabolisme kolesterol pada pria memiliki kebutuhan yang lebih sedikit ketimbang wanita. Pria hanya akan menyalurkan kolesterol pada hormon testosteron. Sementara wanita memiliki lebih banyak hormon seperti estrogen, progesteron, dan lainlain. Jadi penggunaan kolesterol pada wanita lebih banyak. Kebutuhan kolesterol yang sedikit pada pria membuat kelebihan kolesterol menjadi penyebab terjadinya penyumbatan dan dapat menimbulkan plak dalam pembuluh darah. Jadi, pria memang lebih memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan wanita untuk serangan jantung. Serangan Jantung Juga bisa terjadi ketika Seseorang Sedang atau Selesai berolahraga. Dalam dunia medis, olahraga terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Olahraga ringan yang dilakukan manusia itu memiliki denyut jantung berkisar 53 persen dengan laju nadi maksimal yang disesuaikan dengan usia. Sedangkan aktivitas olahraga sedang berkisar 64 hingga 76 persen dengan laju nadi maksimal sesuai usia. Sementara itu, olahraga berat memiliki denyut jantung berkisar 77 hingga 93 persen. Tentu segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, meski itu adalah aktivitas olahraga sekali pun. Setiap orang harus tahu batasan kemampuan fisik yang harus diperhatikan agar tidak merusak fungsi bagian-bagian tubuh termasuk jantung. Penyakit Jantung Dipengaruhi faktor genetik. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung pada keluarganya akan lebih rentan terhadap penyakit ini. Artinya, orang tersebut memiliki resiko yang lebih besar. Namun, itu semua kembali lagi kepada pola hidup yag dijalani oleh setiap orang.

Namun sekarang gejala terkena serangan jantung tidak hanya nyeri pada dada. Beberapa di antaranya adalah seperti sakit maag, rasa mual di ulu hati beberapa hari sebelumnya. Bahkan tanda-tanda psikis juga seperti merasa gelisah tanpa sebab juga merupakan salah satu tandanya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa beberapa hari sebelum serangan, seseorang merasa bukan dirinya sendiri, seperti orang kebingungan. Seseorang yang gemuk rentan terkena Serangan Jantung. Anggapan ini kurang tepat. Tak sedikit pula seseorang yang bertubuh langsing atau kurus, memiliki tingkat kolesterol yang tinggi, sehingga berisiko terkena penyakit jantung koroner.

mendapat porsi yang lebih banyak karena keduanya adalah pembentuk alkali (ph seimbang). Jadi dalam porsi menu setiap hari, pastikan 60 persennya adalah buah dan sayuran, sementara 40 persen adalah nasi dan lauk-pauk,” paparnya.

Istirahat yang cukup. Penderita serangan jantung biasanya adalah orangorang yang kurang tidur. “Jantung itu bekerja 24 jam sehari tanpa henti. Ketika

kita tidur, kerja jantung menjadi relaks,” ungkapnya.

Bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, perlu dilakukan stratifikasi resiko. Dokter Sony juga menambahkan bahwa pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan sejak dini untuk mengetahui langkap yang tepat dalam mencegah dan mengobati penyakit jantung koroner.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.