MAN BEST

HIS

Esquire (Indonesia) - - Man At His Best -

2004 saat saya berperan sebagai Herman Lantang dalam film Gie. Saat itu saya ditawari untuk ikut casting oleh Riri Riza yang masih membutuhkan beberapa pemain. Setelah itu, saya jadi suka berbincang dengan Riri Riza dan Mira Lesmana dan membuat saya sadar bahwa passion saya memang di dunia film. Sedangkan menjadi produser itu baru sekitar 3 tahun lalu saat MNC Pictures menawarkan posisi tim kreatif kepada saya.

Bagi saya, tantangan menjadi seorang aktor adalah membuat sebuah karakter dapat dipercaya orang lain. Karakter saya seharihari tentu saja berbeda dengan karakter yang saya perankan, saya menganggap hal tersebut sebagai challenge agar karakter tersebut bisa diterima masyarakat atau penonton. Kalau menjadi produser, tantangan yang saya rasakan adalah ketika saya harus memikirkan semua hal yang ada di balik layar. Mulai dari memikirkan tim kreatifnya, pemain seperti apa yang dibutuhkan, sutradara yang cocok untuk dipercaya menangani film tersebut, hingga budget yang diperlukan.

Bagi saya inspirasi bisa datang dari berbagai hal. Namun inspirasi yang kerap saya dapat justru ketika tengah menjalani profesi tersebut. Misalnya, ketika saya sedang berakting, saya belajar bahwa sebuah karakter bisa cocok untuk film bergenre tertentu. Hal itu bisa menjadi masukan yang memperkaya saya ketika menjadi produser,

Saya tipe orang yang tidak pernah puas terhadap pencapaian. Tapi bukan berarti saya tidak bisa bersyukur. Justru saya sangat bersyukur banyak orang yang yang mengapresiasi, dari segi fisik pun sudah ada beberapa penghargaan yang pernah saya raih. Yang paling penting bagi saya adalah tetap bisa berkarya dan terus berkontribusi terhadap perfilman dan orang-orang di sekitar saya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.