THE ART PROVOCATEUR

Apa jadinya jika kompleksitas ranah horologi direfleksikan lewat medium street art? Bersama seniman Alec Monopoly, TAG Heuer memperkenalkan eksplorasi kreativitasnya dalam cara yang berbeda.

Esquire (Indonesia) - - Man at his Best -

Wajahnya selalu tersembunyi di balik topi dan scarf yang dikenakan melintang di bagian depan, hanya meninggalkan sepasang mata yang semakin memperkuat kesan misterius. atau ketika dia tengah beraksi, scarf kerap berganti dengan masker yang masih menutupi sebagian besar wajahnya. seakan-akan dia ingin identitas aslinyanya tetap menjadi rahasia. Meskipun demikian, karya-karyanya sudah meraih popularitas secara global dan menarik atensi penikmat seni. Dia adalah Alec Monopoly, seniman grafiti yang belum lama ini mendapatkan predikat ‘Art Provocateur’ dari label jam tangan TAG Heuer dan akan mengerjakan beberapa proyek bersama selama beberapa waktu ke depan.

“Saat pertama kali menekuni grafiti, saya masih tinggal di New York. Kota tersebut benar-benar sudah memberikan banyak inspirasi untuk saya,” ungkap alec dalam sebuah keterangan tertulis yang dilansir TAG Heuer belum lama ini. Meskipun tumbuh besar dengan gairah berkesenian yang tersulut di ‘kota tak pernah tidur’ itu, baru setelah pindah ke California pada tahun 2008 dia mulai merintis kiprah di dunia seni. Tahun itu adalah masa ketika dunia mengalami krisis moneter, Wall Street mengalami kejatuhan, Bernard Madoff membuat skandal paling buruk dalam ranah finansial di Amerika Serikat. Dalam periode buruk perekonomian itulah Alec mendapatkan momentum kreativitasnya. Dia sengaja memilih nama belakang ‘Monopoly’ yang diambil dari karakter Mr. Monopoly, maskot dari permainan monopoli yang digambarkan sebagai seorang bankir. “saya ingin membuat pernyataan tentang apa yang tengah terjadi pada saat itu,” tuturnya

Karya-karya grafiti Alec Monopoly identik dengan palet warna yang kaya dan berkarakter cerah. karakter Mr. Monopoly juga kerap ditampilkan dalam berbagai pose jenaka. ada pula interpretasi baru terhadap karya seni lawas ataupun karakter terkenal lainnya, seperti model Twiggy dengan

tubuh yang berisi kaleng-kaleng campbell soup ala andy Warhol. ada pula karakter scrooge Mcduck yang digambarkan tengah berenang di kolam uangnya dan juga richie rich yang dipasangkan dengan logo dollar besar. karya-karya alec ini juga digemari kalangan selebriti. seth rogen, adrien Brody, dan robert De niro, adalah beberapa pesohor yang dikabarkan merupakan kolektor karya alec Monopoly.

setelah namanya semakin dikenal dan karyanya meraih kesuksesan global, persepsi Alec terhadap seni dan grafiti sama sekali tidak berubah. “Seni grafiti akan selalu menjadi salah satu passion dalam hidup saya,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan. “saya sudah tergila-gila dengan grafiti dari masih kecil. Saya ingat pernah menggambar di gerbong kereta, gedung kosong...di mana dan kapan saja.” Spirit kreativitas inilah yang kemudian menarik perhatian Jean-claude Biver, CEO TAG Heuer dan presiden dari LVMH Watch Division, untuk mengajak Alec Monopoly berkolaborasi. Setelah diangkat sebagai duta Art Provocateur, sang seniman mulai mengerjakan beberapa proyek kolaborasi dengan label tersebut.

Sinergi perdana Alec Monopoly dengan TAG Heuer berlangsung saat perhelatan Miami Contemporary Art Week pada bulan November tahun lalu. Pada butik label tersebut yang berlokasi di kawasan pusat Miami, alec diminta untuk membuat sebuah karya grafiti demi semakin menyemarakkan suasana pergelaran seni tersebut. Keesokan harinya, bersama Jean-claude Biver, dia diminta untuk hadir dalam inaugurasi Mondrian Gallery yang berlokasi di Mondrian south Beach. Pada kesempatan itu, alec juga diminta untuk menampilkan sebidang tembok besar yang berhiaskan grafiti karyanya.

“selama empat dekade belakangan, label kami selalu berusaha untuk menjadi ‘yang pertama’ dalam segala hal dan memberikan sesuatu yang berbeda. Dengan mengangkat Alec Monopoly sebagai Art Provocateur dalam tim TAG Heuer, kami berusaha untuk merangkul kaum muda, generasi millenials. Hal ini juga menjadi cara kami dalam merayakan kreativitas dan antusiasme sang seniman yang benar-benar menarik,” ucap Jean-claude Biver dalam sambutan tertulis mengenai kolaborasi label yang dipimpinnya dengan sang seniman.

alec Monopoly sendiri merasa bangga dengan kemitraannya bersama TAG Heuer. Dia menganggapnya sebagai peluang untuk bereksplorasi dengan cara pendekatan yang baru. “saya selalu tertarik dengan jam tangan. Saya merasa sangat antusias dengan kesempatan yang diberikan oleh TAG Heuer. Ini adalah kesempatan berharga untuk mengombinasikan kreativitas dengan kecintaan saya terhadap jam tangan,” tutur sang seniman.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.