Mewujudkan MIMPI transportasi yang humanis

MRT hadir sebagai upaya Memperbaiki karut MARUT sistem Transportasi Massal, sekaligus sebagai pendorong pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

MRT hadir sebagai upaya memperbaiki karut marut sistem transportasi massal, sekaligus sebagai pendorong pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Persoalan transportasi kota Jakarta adalah problem klasik yang muncul dari kegagalan memanajemen transportasi dengan baik. kondisi armada transportasi massal yang kurang manusiawi memperparah kegagalan ini. Tidak heran jika warga kota Jakarta begitu mendambakan transportasi massal yang terintegrasi, nyaman, aman dan selamat. pemerintah kemudian mengedepankan konsep MRT (Mass rapid Transit), sebuah sistem transportasi transit cepat berbasis kereta yang sedang dibangun di Jakarta. kereta rangkaian listrik (krl) perkotaan yang beroperasi nantinya akan diatur berdasarkan sistem yang menerapkan jarak antar kereta (head way) dengan waktu tertentu.

antusiasme menyambut kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta semakin besar dari hari ke hari. Terlebih pasca selesainya pengeboran seluruh jalur terowongan bawah tanah februari lalu. hasilnya, masyarakat

pun semakin tidak sabar menanti moda transportasi massal berbasis kereta tersebut beroperasi. apalagi kini, pt MRT Jakarta, selaku operator, kian giat menginformasikan kepada publik mengenai progres pembangunan jalur MRT fase pertama melalui media sosial.

interaksi dengan khalayak pun kian meluas tatkala pt MRT Jakarta memberikan kesempatan kepada kalangan tertentu, seperti wartawan dan penggiat dunia maya, untuk meninjau langsung lokasi pembangunan infrastruktur MRT, khususnya di bagian jalur bawah tanah. kesempatan tersebut diberikan melalui permohonan izin meninjau yang dilakukan setiap hari kamis. Beruntung, esquire berhasil mendapatkan kesempatan turun ke bawah tanah untuk melihat secara dekat progres pembangunan infrastruktur terkait di bawah tanah.

sebagai informasi, rencana pembangunan MRT di Jakarta sebenarnya telah dicanangkan sejak 1985. namun, terkendala banyak hal, seperti pergantian pemimpin dki Jakarta, proses kajian yang mandek, hingga kurangnya pendanaan. Beranjak menuju milenium ketiga, pertumbuhan penduduk Jakarta kian besar dan melahap ruang-ruang yang tadinya hendak digunakan untuk kepentingan pembangunan transportasi, termasuk MRT. hingga akhirnya, pemerintah menyetujui dilanjutkannya pembangunan MRT sejak 2013 lalu dengan menggandeng investor dari Jepang untuk berkontribusi pada segi pendanaan dan juga teknologi.

saat esquire meninjau langsung situs proyek pembangunan jalur bawah tanah MRT di kawasan Bunderan hotel indonesia (Bunderan hi), terlihat rangka bangunan telah selesai dibangun. adapun progres pembangunan yang tengah digenjot adalah pemasangan sambungan listrik dan penataan sistem drainase. selain itu, proses penutupan lapisan dalam terowongan bawah tanah juga terus dikebut dengan target selesai pada akhir tahun nanti.

adapun pembangunan jalur layang, termasuk seluruh stasiun yang berada di lintasannya, akan dikebut penyelesaiannya hingga pertengahan tahun 2018, bersamaan dengan target rencana penyelesaian seluruh stasiun di jalur bawah tanah. selanjutnya, secara bertahap, pt MRT Jakarta akan memasang keseluruhan rel dan mendatangkan rangkaian kereta untuk kemudian diujicoba sebelum akhir 2018. rencananya, MRT fase pertama ini akan resmi beroperasi selambat-lambatnya pada Maret 2019, sesuai perintah presiden Joko Widodo yang disampaikan belum lama ini.

Jika ditotal, jalur MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih ±110,8 km, yang terdiri dari koridor selatan – utara (koridor lebak Bulus - kampung Bandan) sepanjang ±23,8 km dan koridor Timur – Barat sepanjang ±87 km.

Menurut Corporate Secretary pt MRT Jakarta, TB hikmatullah, kesulitan terbesar dalam pembangunan MRT di Jakarta bukan berasal dari aspek teknis, melainkan dari segi non-teknis, seperti utamanya mengenai pembebasan lahan. Butuh waktu cukup lama bagi pemerintah provinsi (pemprov) dki Jakarta untuk membebaskan lahan yang akan dilewati oleh proyek MRT fase i dan ii, yakni dari lebak Bulus di selatan hingga Bunderan hi dan dari Bunderan hi hingga ancol di utara.

“alhamdulilah, seluruh lahan kritis yang akan dilewati jalur MRT telah terselesaikan dengan baik pada desember 2016 lalu,” jelas TB hikmatullah.

“partisipasi pemprov dki Jakarta sangat krusial dalam pembangunan MRT karena menyangkut rencana mengubah persepsi masyarakat ibukota mengenai mobilitas berpindah secara terintegrasi di seluruh penjuru kota. MRT tidak akan berdiri sendiri, melainkan terkoneksi dengan beragam moda transportasi massal lainnya, sehingga tercipta gaya hidup yang lebih efisien dalam aktivitas berpindah tempat,” lanjut pria

MRT fase pertama ini akan resmi beroperasi selambatlambatnya pada Maret 2019.

Stasiun bawah tanah dihadirkan bukan hanya sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, melainkan juga sebagai area komersial sekaligus sosial bagi warga ibukota.

yang akrab disapa hikmat itu seraya menambahkan bahwa pihak MRT terus berdiskusi dengan pemprov dki Jakarta untuk hadirkan satu sistem akses yang terkoneksi baik dengan beragam hal strategis di ibukota, mulai dari moda transportasi hingga kepemilikan hunian vertikal bersubsidi.

Melalui satu sistem akses salah satunya, masih menurut hikmat, diharapkan MRT turut mendorong terciptanya gaya hidup commuter yang lebih dinamis. infrastruktur stasiun misalnya, terutama stasiun bawah tanah, dihadirkan bukan hanya sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, melainkan juga sebagai area komersial sekaligus sosial bagi warga ibukota.

“Bukan hanya toko-toko komersial yang hadir di dalam stasiun, melainkan juga paparan tematik yang berbeda satu sama lain di setiap stasiunnya, sehingga orang-orang akan senang datang ke stasiun MRT, dan bukan hanya untuk naik dan turun dari kereta MRT,” ujar hikmat.

paparan tematik yang dimaksud di sini adalah konsep interior yang berbeda-beda di setiap stasiunnya, menyesuaikan dengan lokasi stasiun tersebut berada. sebagai contoh, stasiun MRT di Jalan haji nawi yang terletak di atas jalur layang di kawasan fatmawati, Jakarta selatan, akan dibuat dengan konsep tradisional Betawi sebagai penghormatan terhadap sosok haji nawi yang dikenal sebagai mendiang saudagar Muslim berdarah Betawi dengan jiwa dermawan yang tinggi.

adapun untuk realisasi konsep moda transportasi yang terintegrasi, selain di stasiun pusat lebak Bulus yang menghubungkan jalur MRT dengan akses angkutan umum di barat daya Jakarta, turut dibangun pula hub besar di kawasan dukuh atas yang akan terkoneksi dengan empat moda transportasi berbeda, seperti jalur bus Trans Jakarta, kereta rel listrik (krl), kereta bandara, dan light rapid transit (lrt). Meskipun begitu, 11 stasiun lainnya di jalur MRT fase pertama juga akan tetap mengutamakan interkoneksi yang baik dengan moda transportasi sekitarnya.

pada akhirnya, pembangunan MRT diharapkan sebagai upaya memperbaiki karut marutnya sistem transportasi massal, sekaligus sebagai pendorong maju pesatnya pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. namun, pembangunan sistem transportasi berkesinambungan tanpa kesadaran masyarakat untuk meninggalkan kendaraaan pribadi dan beralih ke transportasi massal, juga tidak akan banyak membantu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.