Challenging Talent

Perjalananan karier figur berdarah seorang bintang.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

Ungkapan yang berbunyi, ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’ mungkin bukan hal asing bagi sebagian orang. Interpretasi kalimat tersebut bisa terlihat pada banyak hal, termasuk perjalanan karier seorang musisi. Meski bukan hal yang baru, tidak bisa dimungkiri bahwa industri musik dunia juga diramaikan oleh aksi para garis ketururan musisi besar yang pernah menorehkan kariernya. Baru-baru ini, kita disuguhi salah satu sajian musik dari Pitbull yang berkolaborasi dengan Stephen Marley, putra dari mendiang Bob Marley. Penyanyi tampan kelahiran Spanyol Enrique Iglesias juga baru saja merilis video musik berjudul Subeme La Radio. Meskipun keduanya merupakan putra dari musisi terkenal, perkara keahlian dan kreativitasnya selalu menjadi bahan perbincangan dan kontroversi.

Stephen Marley dan Enrique Iglesias mungkin menjadi dua nama yang menonjol belakangan ini lewat karyanya yang terbaru. Namun, masih banyak sederet nama yang menjadi anak dari seorang musisi seperti mereka. Sebut saja Norah Jones yang merupakan putri dari pianis pop jazz Ravi Shankar, Julian dan Sean Lennon yang menjadi dua anak laki-laki dari sang legenda John Lennon, serta Robin Thicke, anak dari seorang komposer musik, Alan Thicke. Di Indonesia, ada juga beberapa figur muda seperti Kevin Aprilio, Al-ghazali, Aurel Hermansyah, dan masih banyak lagi. Sekadar menumpang ketenaran atau istilah ‘aji mumpung’ kerap dilayangkan kepada mereka yang memiliki jejak karier serupa dengan sang orang tua.

Memiliki pendapat seperti demikian sah-sah saja, apalagi jika menyoal preferensi musik setiap orang yang beragam. Menganggap satu figur memiliki suara yang bagus belum tentu berlaku untuk figur yang lain. Namun, semua pasti setuju, bahwa sukses bermusik tidak harus dimanifestasikan dengan suara yang bagus atau penyandang nama anak artis. Setiap musisi memiliki cara tersendiri dalam memperjuangkan kariernya dalam mencapai kesuksesan. Masyarakat yang pada akhirnya bakal menilai. Bekal bakat dan nama dari orang tua yang sudah sukses justru menjadi cambuk bagi sang anak dalam membuktikan keterampilannya di industri musik. Seberapapun terkenal dan melekat darah musisi yang mengalir dari sang orang tua, sepak terjangnya dalam bermusik akan kembali digodok di pasar. untuk itu, memiliki suara yang bagus bukanlah satu-satunya kunci sukses sang musisi. Dia juga harus memperhatikan pasar serta tren, namun tetap dapat menunjukkan jati dirinya di antara musisi-musisi lain.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.