BEFORE WE BEGIN

Esquire (Indonesia) - - Before We Begin -

“Saya yakin tidak ada seorang pun mau mengulangi masa lalu yang pahit. Berhenti meratapi masa lalu, Anda masih punya banyak kesempatan baik.” –Chow Yun Fat, aktor Laga–

I would rather trust a woman’s Instinct than a man’s reason.”

“Saya mau curhat,” kata teman saya. “Sebagai pria yang mengurusi majalah pria yang memperhatikan wanita, saya ingin minta pendapat kamu tentang wanita.” Sebenarnya hal semacam ini sering saya alami. Entah itu teman pria yang bertanya tentang wanita atau para wanita yang berkonsultasi tentang pasangan prianya. Saya biasanya hanya tersenyum dan menjadi pendengar yang baik. Maka kali ini pun saya melakukan hal sama.

“Begini,” lanjut teman saya yang seorang manajer di sebuah perusahaan internasional di Jakarta. “Saya tidak paham pasangan saya. Rasanya lelah. Saya sudah berusaha melakukan yang terbaik tetapi tetap saja dianggap salah.”

Bagi saya kalimat itu terasa normal dan biasanya wanita juga yang mengatakannya. Saya coba untuk tetap mendengarkan sambil memancing sedikit. Memangnya apa yang terjadi?

“Misalnya begini. Pagi ini saja, terjadi peristiwa yang tidak mengenakkan. Gara-garanya pas saya di luar kota lupa menyapa pasangan karena sibuk mempersiapkan presentasi. Padahal menyapa melalui teks ini rutinitas saya. tetapi masa hanya karena lupa sekali saya langsung diceramahi. Apa dia tidak tahu kalau saya lagi sibuk? Padahal juga sudah saya beri tahu dia lewat telepon.”

Kejadian itu mau tidak mau membuat saya berpikir, masalah hubungan pria dan wanita ini memang tak akan pernah berhenti. Padahal jika dilihat, solusinya sederhana. Para pria harus lebih belajar memahami wanita yang (sebagian besar) sangat mengutamakan perasaan. Itu saja.

Jika kita, pria, masih berkutat dan berprinsip bahwa logika yang paling benar maka sebuah hubungan dijamin tak akan berjalan mulus. Mengalah saja. Mengalah untuk kebaikan lebih utama dibanding merasa benar tetapi keadaan menjadi salah.

Tentu ini semua tidak mudah dilakukan. Karena itu Esquire mencoba membuat survei tentang wanita yang semoga hasilnya lebih membuat kita memahami wanita di edisi ini. Toh tidak semua hal yang kita anggap logis itu baik. Sekali-sekali turunkan ego dan emosi. Kata politisi Inggris Stanley Baldwin, “I would rather trust a woman’s instinct than a man’s reason.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.