YOUTH QUAKE

Nuansa athleisure dan street style tampil dominan pada koleksi debut dari sang direktur kreatif baru.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Sejak diumumkan sebagai direktur kreatif baru dari Saint Laurent, Anthony Vaccarello menjadi salah satu desainer mode yang kreasinya paling diantisipasi pada pekan mode musim lalu. Apalagi untuk koleksi lini pria, mengingat dia lebih dikenal sebagai desainer untuk lini busana dan aksesori mode. Meskipun tidak menggelar presentasi untuk koleksi lini pria musim semi dan panas 2017 pada perhelatan pekan mode, Esquire berkesempatan menjadi perwakilan dari media Indonesia yang menikmati pertama kalinya koleksi tersebut pada sesi presentasi khusus di kota Hong Kong.

Vaccarello tampaknya sengaja untuk mengembangkan lebih lanjut karakter label yang sudah dirintis oleh pendahulunya. Apalagi pada koleksi lini pria, spirit street style yang berkesan dinamis masih terasa pada eksplorasi garis rancangnya. Koleksi busananya menyiratkan semangat jiwa muda yang mendambakan kebebasan dalam bergaya. Impresi tersebut terlihat pada beberapa kreasinya yang meliputi kemeja bermotif, T-shirt dengan motif cetak dan jaket varsity. Palet warna hitam yang menjadi karakter utama label tersebut pun masih terlihat dominan.

Koleksi busana pada lini pria Saint Laurent garapan Vaccarello berfokus pada tiga poin utama, yaitu nuansa

athleisure, gaya dekonstruksi dan inspirasi dari arsip lama. Spirit athleisure yang memang menjadi filosofi gaya utama selama beberapa musim belakangan diolah dengan cermat oleh Vaccarello. Siapa yang sangka bila Saint Laurent kini melansir beragam hoodie dengan variasi motif, material katun hingga nylon sintetis berpalet warna metalik. Rangkaian jaket yang dilansir berupa parka dan jaket bomber. Untuk koleksi celana tersedia sweatpants berstruktur relaks yang menjamin kenyamanan ketika beraktivitas.

Garis rancang dekonstruksi turut diaplikasikan pada beberapa busana garapan Vaccarello. Misalnya kemeja tanpa lengan yang memiliki aksen untaian benang sisa bahan pada garis

lengannya. Detail tersebut muncul karena bagian lengan pada kemeja yang dipotong dengan sengaja guna menciptakan kesan

rugged. Eksplorasi struktur dan siluet juga terlihat pada rangkaian blazer yang dilansir. Kini, luaran tersebut memiliki garis siluet lurus (berkesan boxy) dan ujung yang lebih tinggi.

Untuk koleksi busana musim semi dan panas 2017, Vaccarello juga mengamati kembali berbagai arsip lama Saint Laurent. Salah satu interpretasi versinya adalah jaket bermotif etnik yang menyerupai permadani. Opsi ini terinspirasi oleh koleksi Maroko yang pernah diciptakan sang pendiri rumah mode. Logo ‘YSL’ kembali hadir sebagai aksen pada beberapa busana dan aksesori. Pun dengan logo ‘Saint Laurent’ yang kini muncul pada bagian saku jeans.

Jika sang penduhulunya mengusung desain lebih provokatif, Vaccarello justru cenderung bermain aman. Dalam berkreasi, dia juga tak menutup mata dari tren yang tengah berlangsung. Meskipun menghasilkan koleksi dengan daya komersial lebih tinggi, eksplorasi kreativitas Vaccarello rasanya masih patut dinantikan. Semoga dia bisa memberikan kreasi lebih matang untuk musim selanjutnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.