GONG YOO

Adakah seseorang yang mampu mencabut pedang dari hati Gong Yoo?

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi - FOTO: HONG JANGHYUN INTERVIEW: SHIN KIJU ADAPTASI: REZA ERLANGGA

Apa yang terjadi jika Anda tidak bermain di Guardian: Dewa kesepian (Goblin)? Bukankah Anda telah menolak peran ini berkali-kali? Ya, bisa jadi publik melihat pekerjaan ini seperti kesempatan yang besar bagi saya.

Guardian, Descendants of the Sun, A Gentleman’s Dignity, dan Secret Garden semua ditulis oleh penulis skenario Eun Sook Kim. Apa yang Anda maksud dengan kesempatan besar, bukankah Anda telah menolak peran ini berkali-kali? Jika saya benar-benar menginginkan peran tersebut lalu melewatkannya, maka seperti yang Anda katakan, bisa jadi saya melewatkan kesempatan yang besar. Bukan hal yang aneh jika seorang aktor melewatkan pekerjaan yang besar. Dan sebagai aktor, Anda harus bisa menerima kenyataan itu. Saya juga melewatkan banyak kesempatan bagus, dan tidak bisa menyebutnya satu per satu. lain, itu juga sangat indah dan menyenangkan.

Akhirnya, aktor lain mengambil peran yang Anda tolak dan menjadi terkenal?

Benar. Saya percaya itu semacam takdir. Pekerjaan itu berhasil karena ada aktor lain mengambil peran tersebut. Maksudnya, peran tersebut seharusnya tidak menjadi milikmu? Mungkin itu hanyalah pembenaran. Tapi saat saya mengerjakan pekerjaan Mungkin Anda menjadi aktor dan manusia yang matang melalui pengalaman itu. Saya bukan orang yang posesif. Inilah kekuatan sekaligus kelemahan saya. Saya, hampir berusia empat puluh tahun, dan seperti itulah saya. Mengapa Anda menyebutnya kekuatan sekaligus kelemahan?

Tidak posesif membantu saya untuk melanjutkan karier panjang sebagai seorang aktor. Pada saat bersamaan, itu selalu menjadi kelemahan bagi saya untuk melakukan pembenaran terhadap hal-hal yang tidak ingin saya akui. Saya menganggapnya hal tersebut tidak seharusnya menjadi milikku sejak awal. Anda telah mengumpulkan sepuluh juta penonton hanya di Korea dengan Train To Busan dan The Age of Shadows, dan telah mengguncang Asia dengan Guardian. Dan, Anda tetap mengatakan bahwa Anda tidak posesif.

Saya mengatakan bahwa saya tidak serakah, tapi, saya tampak serakah di mata orang lain. Ada satu wawancara yang mendefinisikan saya sebagai ‘orang yang sangat serakah’. Mungkin inilah yang membuat Eun Sook Kim bertahan mengejar selama lima tahun terakhir. Karena Gong Yoo bisa tetap bersikap acuh tak acuh meskipun ada “panggilan cinta” dari penulis skenario yang bisa mengubah seseorang menjadi bintang hanya dengan bermain dalam dramanya.

Eun Sook Kim mengatakan bahwa dia menungguku selama lima tahun. Saya tidak menghitung tahun. Setelah mendengarnya berkata, saya pun berpikir, ‘benarkah demikian?’ Tapi memang benar. Dialah yang menyarankan saya agar berperan di dalam drama, tepat setelah saya keluar dari pelatihan militer. Saat Anda kembali dari dinas militer, bukankah tidak mudah mengembalikan popularitas Anda di masa lalu? Tapi kau tetap menolak panggilan Eun Sook Kim? Saya tidak memiliki banyak obsesi, tidak banyak menyesal. Saya masih ingat berbicara dengan Kim Jang Kyun saat Eun Sook Kim pertama kali mengajukannya kepada kami. Seperti apa percakapan itu? Dia memberikan naskah itu kepada saya dan berkata, “Saya tahu bahwa Anda tidak akan ikut serta, tapi saya menunjukkannya karena tahu ini akan berhasil.” Mengapa dia berpikir bahwa Anda tidak akan ikut serta? Kim Jang Kyun mengenal saya dengan baik.

Bahwa Anda bukan tipe orang yang memilih peran yang akan membuat Anda menjadi populer setelahnya, atau berapa banyak perhatian yang akan Anda terima setelah memerankannya?

Saya juga lebih tertarik pada film daripada drama. Saya memiliki dorongan untuk melakukan lebih banyak hal melalui film. Saya tidak mencoba untuk membandingkan genre drama dari genre film, karena keduanya menarik. Tapi saat itu, film jadi prioritas bagiku. ANDA TELAH BERAKTING Di Finding Mr. Destiny DAN KEMUDIAN Silenced. Silenced sebenarnya datang duluan. Saya sedang membaca buku saat dinas militer, dan diminta untuk untuk melihat apakah mungkin membuat cerita itu menjadi film saat saya tidak bertugas. Maksud Anda, langkah pertama yang diambil pria manis dari The 1st Shop of coffee Prince setelah militer adalah Silenced dan bukan kisah cinta yang manis Finding Mr. Destiny? Jika semuanya diproses lebih cepat, Silenced bisa jadi yang pertama setelah dinas militer.

Fakta bahwa Anda telah memilih Silenced sebagai pilihan pertama, menjelaskan mengapa Anda tidak berperan pada drama Eun Sook Kim yang bercerita tentang cinta, meskipun genrenya kerap berubah mulai dari fantasi, aksi, dan sebagainya. Ternyata, saat itu Gong Yoo bukan lagi coffee Prince.

Pada waktu itu, saya bukan orang yang mudah bermain drama. Karena saya adalah seorang aktor dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, sekarang saya mampu merasakan pekerjaan mana yang akan berhasil atau tidak. Saya masih ingat mengatakannya ke CEO Kim Jang Kyun, dan menyebut script ‘ini akan berhasil.’ Tetapi Anda masih menolak. Tidakkah dia menanyakan alasannya?

Dia tidak menanyakannya. Itulah sebabnya kami telah bekerja sama untuk waktu yang lama. Sutradara Train to Busan Sang ho Yeun mengatakan,

“Saya mengakui karakter Gong Yoo sebagai aktor.” Wawancara itu menjelaskan bagaimana Sang ho Yeun memutuskan untuk tidak memaksakan kehendak ke Gong Yoo setelah melihat aktingnya untuk pertama kali di Train to Busan. Dia hanya menunggu dan melihat bagaimana Gong Yoo menafsirkan dan bertindak. Gong Yoo mungkin tipe orang yang bisa bekerja sama dengan mereka yang bisa mengerti dirinya yang unik.

Kim pernah mengatakan kepada saya, “Jika tidak mau, Anda tidak perlu melakukannya. Tapi saya tahu itu akan menjadi hit. Dan saya perlu menunjukkannya karena saya adalah manajer Anda.” Pada akhirnya, Anda bertemu Eun Sook Kim dan memilih Guardian. Apa yang mengubah Anda?

Bila ada kesempatan tapi saya tidak mengambilnya, maka saya akan menyalahkan diri sendiri, dan saya menyukainya. Hal itu saya jadikan motivasi. Mereka yang menyalahkan orang lain tidak dapat berkembang. Mereka yang menyalahkan diri mereka sendiri adalah orang dewasa.

Saya selalu merasa berada di posisi untuk diadili. Suka atau tidak, saya harus mendengar sudut pandang mereka. Dengan menyalahkan diri sendiri, saya bisa bereaksi lebih matang di depan mereka, dan saya bisa menerimanya. Ketika seseorang ingin menerima evaluasi secara objektif, dia harus bersikap objektif terhadap dirinya sendiri. Sulit untuk bersikap tegas pada diri sendiri bila ada orang lain yang harus disalahkan. Karena amatlah mudah menjadi seorang pengecut.

Ada kalanya, ketika saya melihat ke belakang, hal semacam itu benar-benar mengganggu. Sama seperti shooting untuk

The Age of Shadows dan Train to Busan. Saya merasa “tidak hadir” di situ, bahkan ketika sutradara menghiburku dan memujiku di tempat kejadian. Tidak ada yang salah dengan pujian itu, bukan?

Benar. Ketika saya tahu bahwa saya tidak berkonsentrasi, berakting buruk, saya pasti kembali ke rumah dengan perasaan sakit. Karena itu palsu. Bagaimana Anda mengatasinya di rumah?

Saya tidak bisa mengatasinya. Saya mencela dan menyalahkan diriku sendiri. Di satu sisi, saya merusak diri sendiri. Tetapi amatlah penting bagi saya menjawab pertanyaan apakah saya berperan natural/nyata atau tidak. Menurutku biarkan Gong Yoo tumbuh sebagai aktor, sesakit apapun dia.

Saya tidak bisa berbohong kepada diri sendiri. Bahkan jika semua orang mengatakan itu hebat. Anda tahu kan? Ada banyak yang menyanjung selebritas. Mereka bilang pekerjaan itu luar biasa. Tapi ketika Anda bertanya kepada mereka apa yang begitu hebat dari menjadi selebritas, mereka tidak bisa menjawabnya. Saya tidak percaya.

Ada beberapa selebritas yang mempercayainya. Itulah mengapa menjadi aktor adalah pekerjaan yang sangat kesepian. Dan Anda memilih drama Eun Sook Kim. Percakapan seperti apa yang terjadi?

Awalnya saya mengelak bertemu, karena pertemuan itu sebenarnya sebuah beban. Dia adalah penulis bintang, dan saya sudah menolak penawarannya dua kali. Di sisi lain, saya ingin bertemu dan berterima kasih atas sanjungannya terhadap saya. Saya juga khawatir tidak sopan menolak penawaran seorang penulis bintang setelah mendengar semua rincian tentang drama tersebut. Dia akan terganggu, jadi mungkin lebih baik tidak menemuinya. Seperti itulah Gong Yoo. Tapi, dia tetap ingin minum teh bersama, dan akhirnya saya ingin bertemu dengannya untuk berterima kasih. Begitulah ceritanya, dan aku akhirnya bertemu dengannya. Di hari istimewa dan telah ditakdirkan?

(Tertawa) Saya pikir Kim Jang Kyun sengaja menyuruhku untuk menemui Eun Sook Kim dan Lee Eung-bok. Dia ingin saya mendengarkan apa yang mereka pikirkan tentang saya sebagai seorang aktor. Kim tahu persis apa yang saya takutkan. Dia tahu bahwa saya akan menjadi lebih tenang setelah bercakap-cakap. Dan itu berhasil. Ya, karena saya shooting Guardian sekitar empat bulan sejak pertemuan pertama. Tapi bagaimana itu bisa terjadi? Awalnya Anda menolak tapi kemudian berubah pikiran dan menerimanya?

Amatlah menyenangkan ketika aktor dan penulis membuat sinergi yang tak terpikirkan oleh siapa pun. Banyak orang mengatakan mengatakan film adalah interpretasi seni milik sutradara, drama milik penulis, dan berakting adalah milik aktor, tapi bagi saya amatlah penting melihat bagaimana beragam unsur berintegrasi dan menciptakan sesuatu yang mengejutkan. Setelah pertemuan, Anda yakin bahwa Anda dan Eun Sook Kim dapat bersinergi? Benar

Sikap keras kepala membuat Gong Yoo menjadi aktor yang spesial. Tak seperti beberapa aktor atau aktris, dia tidak pernah memohon kepada Kim agar mendapat peran di dalam dramanya. Gong Yoo bahkan orang yang tidak mudah dibujuk karena dia ingin berakting sempurna. SAYA gugup SAAT PERTAMA KALI BERTEMU Eun SOOK KIM. Dia tidak seperti yang saya pikirkan. Begitu bertemu, saya langsung tahu dia amat menyayangiku. Saya merasakannya melalui caranya menatap. Sutradara Eung Bok Lee duduk tepat di sampingnya. Saya benarbenar berharap sutradara itu tidak ikut dengannya. Tentu akan makin sulit untuk menolaknya. Setelah berbincang selama satu atau dua jam, saya sadar Eun Sook Kim berbeda dari apa yang saya bayangkan. Kami bahkan tidak membicarakan banyak detail tentang Guardian. Saya dengar Anda telah mengirim pesan menerima peran di Guardian kepada Eun Sook Kim dari hawaii? Ya, Hawaii. Apakah Anda pergi ke hawaii tahun lalu untuk melakukan pemotretan untuk Esquire? (Senyum) Ya. (Senyum) Oke. Eun Sook Kim agak tidak sabar. Dia sangat jujur dan langsung ke pokok permasalahan. Ini berbeda dengan saya. Sifat kami tidak mirip namun sejiwa. Jiwa kalian saling terhubung? Saya pikir Kim mungkin tipe orang seperti itu.

JALAN cerita Guardian SANGAT MENARIK, namun MENYEDIHKAN. APAKAH ini YANG MEMBUAT ANDA TERTARIK?

Dia pernah menjelaskan Guardian dalam satu kalimat sebelum naskahnya keluar: “Kisah cinta yang tidak biasa, indah, dan menyedihkan.” itu bahkan terdengar lebih menyedihkan karena ending-nya sudah diputuskan. Apakah ini yang disebut takdir tak terelakkan? Dari semua drama oleh Kim, Guardian nampaknya yang paling menyedihkan. Saya setuju, drama paling kesepian. Lonely and Radiant God. Satu kalimat yang menjelaskan drama ini sepenuhnya. Kalimatnya itu tidak terlihat istimewa, tapi di dalamnya ada serangkaian

drama menarik. Penulis skenario Eun Sook Kim yang tampak seperti seorang jenius. Keseluruhan drama terbangun dari kalimat itu.

Ketika saya memikirkan Shin Kim, perasaan pertama yang saya pikirkan adalah kesepian. Saat pertama kali memerankannya, saya melihatnya sebagai seorang manusia yang kemudian menjadi sosok yang saleh. Aku ingin orang merasakan kesepian itu saat melihat ekspresi wajah Shin Kim atau bahkan saat melihat matanya. Saat pertama kali bertemu Shin Kim, mereka setidaknya harus merasakan kesepian itu. Itulah cerminan saya terhadap Shin Kim. Apa artinya merasa kesepian? Tentu ini berbeda maknanya dengan tidak berjiwa sosial. Saya pikir ini tentang hidup dan bertahan dari kesepian karena adanya harapan. Saya pikir itu artinya. (Senyum) Ya, saya suka pernyataan itu, saya pikir sama.

Kesepian dalam sosok Shin Kim tertinggal di dalam diri saya setelah drama ini usai. Sejak saya menyaksikan kembali episode tersebut berulang-ulang hingga selesai. Saya sibuk mengejar ketinggalan saya saat drama ini disiarkan di televisi, dan adegan humor antara Guardian dan Malaikat Maut mulai terlihat. Bromance.

Semakin sering saya menonton adegan itu, saya semakin bisa merasakan kesepian Shin Kim. Kim telah menyebutkan tentang bromance antara Guardian dan malaikat maut. Humor yang terjadi di dalam rumah saat dua dewa kesepian bertemu. Ceritanya sangat menyedihkan, tapi sangat lucu. lucu dan sedih pada saat bersamaan?

Tepat. Skripnya sama sekali tidak mudah. rasanya seperti roller coaster. Ada banyak hal dalam satu urutan. Kalimatnya dimulai dengan serius tapi berakhir dalam sebuah komedi. Begitu banyak adegan di mana Anda harus mengulang adegan tertawa dan menangis. Tidak mudah bagi sutradara dan aktor untuk mengambil adegan tersebut. Eung-bok adalah orang yang sangat sensitif. Saya sering merenungkan bagaimana caranya menangis, tertawa, dan menangis lagi. Mungkin itu alasannya saya bisa merasakan kesepian, bahkan dari percakapan jenaka antara Guardian dan Malaikat maut. Saya pikir mereka melakukan hal-hal seperti itu karena mereka kesepian.

Itulah cara unik mereka berkomunikasi. Itu sebabnya mereka terlihat lebih kesepian. Inilah ekspresi unik dari Kim. Saya mengatakan kepada Malaikat Maut yang tidak dapat mengingat masa lalu, “Tidak masalah apa yang Anda hadapi di masa lalu,” Malaikat maut kemudian bertanya, “Benarkah?” Dan saya berkata, “Mengapa? Karena apapun yang Anda lakukan di masa lalu, saya pasti akan membenci Anda.” Itulah cara mereka berkomunikasi. Saling menghibur, dan saling mencintai satu sama lain. Itulah mengapa mereka saling bersahabat. Pada saat bersamaan, mereka saling bermusuhan. Shin Kim bahkan lebih kesepian. Dia harus meninggalkan kekasihnya dan dia juga harus membenci teman satu-satunya.

Itulah bagian khusus tentang bromance Guardian. Lee Dong-wook dan gong Yoo tidak hanya mencoba berakting lucu atau imut. Ada alasan mengapa ada begitu banyak adegan lucu yang ditampilkan berulang kali. KARENA GONG YOO Tahu Arti TRAGEDI YANG TERSEMBUNYI Di BALIK humor, dan Anda bisa tetap tulus bahkan dalam adegan bromance yang lucu. Bukankah itu sulit?

Kim dan saya sebenarnya banyak membahasnya. Kukatakan padanya bahwa amatlah melakukan adegan monolog. Saya berkata jujur kepada Kim, dan saya berterima kasih karena kami bisa berdiskusi. Tetapi, bukankah Anda tentu merasakan kesulitan sejak pertama naskah itu? Orang-orang di sekitar saya mengatakan, jika saya diberi tugas, saya akan menunaikannya dengan baik. (Tertawa) lalu mengapa demikian? Pertama, saya percaya pada Eun-sook Kim. Alasan lainnya saya melakukan apa yang ditugaskan kendati saya mengeluhkannya. Tahun 2016 adalah masa untuk menyerap segalanya, Kini saatnya menyelesaikan semuanya. Gong Yoo sangat mirip dengan Shin Kim. Shin Kim bertindak seolah-olah dia adalah yang terkuat di bumi, tapi dia adalah yang terlemah. Sisi lemah saya mungkin telah membantu saya memerankan Shin Kim.

Ada adegan kematian mendadak Eun-tak yang dihadapi oleh Shin Kim di akhir cerita. Aku ingin tahu seperti apa perasaan dan pikiran yang dimiliki Gong Yoo selama adegan itu. Sejujurnya, lebih menyedihkan saat menceritakannya kini. Ketika di lokasi shooting, tekanannya sangat besar. Saya sangat kelelahan karena emosi yang ada. goeun dan Dongwook banyak membantu saya. Mereka membaca kalimat di depan saya. Mereka tahu ini sulit jadi mereka mengisolasr saya untuk mencapai tujuan. Bolehkah kita membicarakan sesuatu selain Guardian? Kemarin, saya kembali menonton The Suspect. Alasannya, menurut saya The Suspect adalah titik penting Gong Yoo. langkah pertama filmografi Gong Yoo setelah coffee Prince. Film itu menuntut kemampuan fisik dan kerja keras untuk mencapai titik maksimal. Seperti melakukan dinas militer?

Setelah menonton The Suspect, saya membenci komentar tentang otot indah gong Yoo. Ada banyak komentar yang meringkas film itu ke dalam satu titik pandang saja, padahal tidak demikian. Film ini tidak bertujuan untuk memikat penonton wanita melalui tubuhku. Dong-chul Ji ditinggalkan oleh istrinya, kehilangan anaknya, dan ditinggalkan oleh negerinya sendiri. Menurut sutradara (Won) alasan aktor di film ini harus mengolah tubuhnya secara maksimal adalah untuk memahami rasa sakit karakter yang diperankannya.

Jika Anda melakukan diet selama tigaempat bulan dan membentuk tubuh Anda untuk adegan aksi seperti The Suspect, maka pikiran Anda pasti akan merasa kelelahan. Karena itu jangan dipikirkan. Mereka yang belum merasakan sakit karena naluri paling dasarnya dibatasi, tidak bisa mengerti penderitaan ini. Itulah perasaan dan sikap saya saat memerankan Dong-chul Ji. Jika Guardian kesepian, The Suspect harus menyakitkan? Saya mendorong diri untuk tampil maksimal di setiap film saya. Begitulah semua bermula.

Tapi tetap saja, orang mengira Anda ingin memikat hati kaum wanita. Begitulah citra publik Anda, dan Anda harus memilih untuk menghilangkan citra itu atau tetap menikmatinya. Akan menjadi masalah ketika Anda tidak bisa menghilangkannya.

Itulah alasan mengapa saya menolak film laga. Ini berlaku pula pada penawaran Won. Melakoni seni komersial itu sangat sulit, karena Anda akan kehilangan privasi. Ini semakin memburuk saat ada lebih banyak mata yang menonton. Ini bukan sesuatu yang bisa Anda lakukan sendirian. Seiring bertambahnya usia, saya juga mengerti tentang film komersial. Bagaimana dengan drama Big?

Publik mengatakan bahwa Big adalah alasan penting mengapa saya tidak ingin bermain ke drama lagi.

iya, kan?

Dari luar mungkin demikian, karena sepertinya drama gagal menunjukkan performa yang baik. Pun demikian, drama itu dijual ke Jepang dengan harga yang tinggi.

Train to Busan, The Age of Shadows dan Guardian, dapatkah dikatakan bahwa saat ini adalah kejayaan Gong Yoo? Sejujurnya, saya tidak suka dengan ungkapan masa kejayaan. Saya tidak ingin mendefinisikan waktu dalam hidup sebagai sebuah kata, karena hidup itu sangat panjang.

Saya pikir itu cara yang tepat untuk mengungkapkannya. Itulah sebabnya setiap orang melakukan itu.

lalu, apa arti aktor sebagai pekerjaan Gong Yoo?

Menurut saya, seperti bentuk seni. Saat masih muda, saya bahkan tidak ingin menggunakan istilah seni komersial. Karena masih arogan, jadi saya mengkategorikan diri saya sebagai pekerja seni dan bukan pekerja seni komersial. Jadi, saya bertindak berdasar kategori itu. Tentu saja, banyak yang meremehkan saya, kerja saya sebagai aktor, dan akting saya. Mengingat betapa sombongnya saya dan betapa suksesnya saya mencapai tingkat ini, saya harus bersyukur kepada Tuhan sepenuh hati

Gong Yoo saat ini sedang kesepian karena terlalu bersinar

Saya pernah mengirim pesan teks ke Lee Eung-bok sutradara dari Guardian karena saya tidak bisa mengeluh. “Anda masih hidup sebagai Guardian.” Ini benar-benar menyedihkan, dan saya minta maaf untuk itu. Tapi tetap saja, kamu luar biasa. Itulah jawabannya. Bagiku, Guardian adalah sebuah karya besar. Tetapi aku tidak bisa lepas darinya. Saat ini saya membutuhkan momen untuk lepas.

Dari apa?

Saya harus memainkan karakter baru agar bisa melepaskan diri dari karakter kesepian Guardian dan melupakan kesepian. Itulah pertama kalinya saya berpikir begitu. Mungkin saya harus sibuk kembali. Mungkin memerankan karakter baru akan mengurangi rasa kesepian. Melupakan semuanya. Saya tidak pernah berpikir seperti itu. Saya selalu berpikir bahwa saya membutuhkan cukup waktu untuk merasakan setiap detail perasaan dan perlahan beralih ke hal berikutnya, tetapi untuk pertama kalinya, saya pikir mungkin saya memerlukan hal lain untuk melupakan.

Jika Anda tidak mengosongkan diri sebelum memaksa hal lain untuk masuk, Anda mungkin akan terluka.

Memang benar bahwa di masa lalu saya selalu memaksakan diri sendiri, satu pekerjaan per tahun, karena saya memiliki nafas panjang. Saya pernah membahas tentang menjadi tua dengan CEO Kim. Kesimpulannya sangatlah menyenangkan untuk menghasilkan banyak dan beragam karya saat Anda muda dan lebih sehat. Agar tidak menyesali, kupikir mungkin aku harus memperpendek napasku. Begitu saya berpikir seperti itu, lebih banyak pekerjaan yang datang. Saat sedang syuting Train to Busan dan A Man and A Woman. untuk pertama kalinya beberapa pekerjaan sudah menunggu. Sebelum ini, saya selalu memulai setelah menyelesaikan karya-karya sebelumnya.

Anda berhasil menafsirkan louis Vuitton x Supreme dengan sangat baik dan menjadi berita besar di Paris. Anda menunjukkan begitu banyak merek fashion melalui Guardian. Apakah Anda seorang fashionista?

Saya tahu, tapi saya tidak memiliki genre apapun. Hal konstan yang saya sukai adalah musik, film, dan olahraga. Dulu saya menyukai mobil, tapi tidak lagi. Saya tak sering mengendarai mobil akhir-akhir ini. Saya menyukai fakta bahwa Louis Vuitton bekerja sama dengan Supreme yang merupakan street high brand. Terus terang saja saya tidak tahu banyak tentang fashion. Saya selalu memakai kemeja, jeans dan sepatu kets. Saya bahkan tidak tahu apakah saya pergi ke fashion show. Saya lebih menyukai musik yang dimainkan di runway. Saya suka memakai baju yang nyaman. Sebenarnya, menjadi aktor adalah pekerjaan yang bagus. Ketika bekerja, saya memakai pakaian mewah. Di dunia fashion,modelnya membosankan, bahkan tidak eksperimental. Itulah sebabnya saya sangat menyukai Louis Vuitton X Supreme. Ini jelas selera saya.

Sophisticated, minimal dan sederhana

Saya suka gaya yang sederhana. Saya suka pakaian yang membuatku merasakan perbedaan secara detail saat memakainya. Fashionista? Ya saya seorang fashionista.

Anda menemukan jodoh Guardian, yakni louis Vuitton X Supreme dari dunia fashion. Setelah Paris collection, Gong Yoo akan menjadi yang pertama di Asia dan mungkin pertama di dunia yang mengenakan louis Vuitton X Supreme bersama Esquire.

Orang-orang di sekitar saya iri dengan pekerjaan itu. Saya tidak ingin melakukan pictorial tanpa makna. Saat mengenakan pakaian semacam ini sebagai aktor, saya ingin gambar itu bersifat sinergis dan bermakna. Dalam hal ini, pictorial Esquire ini mengilhami saya. Ini membuatku merasa baru.

Kapan Anda merasa seperti pria sejati, dan bukan anak laki-laki?

Saya tidak suka orang yang keras terhadap orang lemah. Orang-orang itu sebenarnya lemah terhadap orang kuat. Itu tidak berarti bahwa saya tidak bisa melawan orang itu, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa. Setidaknya saya menggeliat. Jika saya tidak dikenal, bisa saja saya bereaksi lebih dari itu. Ini terkadang mengesalkan. Bila saya tidak bisa ikut campur. Seharusnya ada yang berdiri dan bergerak, tapi tidak ada yang benar-benar melakukannya. Semuanya hanya saling

pandang memikirkan apa yang mungkin mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri. Ada banyak kejadian seperti itu. Saat itulah aku merasa tidak pantas menjadi selebritas. Itu sebabnya saya tidak suka bertemu dengan orang-orang yang menindas kaum lemah. Ada banyak orang-orang semacam ini. Orangorang yang keras kepala, mereka yang marahmarah padahal yang melakukan kesalahan adalah diri mereka sendiri, mereka yang tidak sopan, dan mayoritas yang menyerang minoritas. Terkadang saya tidak tahan dengan situasi seperti itu dan menentangnya, itulah saat dimana saya merasa menjadi seorang pria. Dan tentu saja, di depan seorang wanita yang saya taksir, saya tentu saja ingin menjadi seorang pria sejati. Itulah insting pria.

Pertanyaan terakhir, sepertinya pedang masih berada di dalam hati Gong Yoo. Saya pikir ini benarbenar saatnya Anda menemukan orang yang bisa mengeluarkan pedang itu.

Jika Anda menyebutnya sebagai pedang yang membunuh hati, saya tidak berpikir ada seseorang yang mampu mencabutnya. Saya beranggapan itu adalah pertanyaan tentang sebuah hubungan. Wawancara dengan Esquire adalah wawancara mengesankan pertama yang saya alami setelah pemotretan Guardian. Sungguh, masuk ke dalam diriku. Melalui wawancara ini, saya ingin memberi tahu orang-orang di sekitar lebih banyak tentang diri sendiri. Tentang beban yang menekan saya. Mungkin saya bisa menangis di depan mereka. Saat ini, saya merasa sendirian di padang pasir. Tapi saya tidak bisa melihat apapun. Ingin menjangkau seseorang, tapi tidak bisa. Ada perasaan terisolasi. Seseorang harus mengeluarkan pedang ini, tetapi saya tidak bisa meminta seseorang untuk mengambilnya. Bahkan jujur saja tidak ada yang bisa. Sekarang pun. Tapi, sekarang saya akan meminta orang untuk melakukannya.

Tidak ada yang bisa melihat pedang itu di dalam hati Gong Yoo. Dan karena itulah Gong Yoo bercahaya tapi kesepian. Pasti ada orang yang bisa melihat pedangnya.

Itu benar. Dan ini sedikit menakutkan karena analoginya sangat cocok dengan saya. Meskipun saya tidak berpikir ada yang mampu mengeluarkan pedang itu, saya percaya ada yang mampu melakukannya.

COVER • Foto: HONG JANGHYUN • Busana: louis vuitton

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.