Pengelolaan Pemasok Dalam Berbisnis

Pengelolaan pemasok dalam berbisnis.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi -

Dunia yang semakin maju membuat para pelaku bisnis harus pandai mencari peluang baru untuk memulai sebuah bisnis. perusahaan dipaksa menghadapi perubahan lingkungan yang cepat dan beroperasi pada pasar yang semakin kompetitif. kondisi ini mendorong pemilik serta pemangku kepentingan perusahaan untuk membangun hubungan integrasi dengan pemasok dan pelanggan dalam sistem supply chain management (SCM). aspek SCM menekankan pada pola terpadu yang menyangkut proses aliran produk dari , manufaktur, hingga pada konsumen akhir.

dalam hal ini, terlihat bahwa rangkaian aktivitas hingga konsumen akhir berbeda dalam satu kesatuan tanpa sekat yang besar. Mekanisme informasi antara berbagai komponen tersebut berlangsung secara transparan. sumber daya utama perusahaan yang merupakan sumber keunggulan bersaing, tidak hanya terbatas pada sumber daya dalam organisasi perusahaan, melainkan organisasi sebagai bagian dari sistem

supply chain management. Tugas penting para top management adalah mengelola supply chain pada tingkat cost yang paling efisien dengan tetap menjaga fleksibilitas yang tinggi dalam membangun hubungan dengan pemasok untuk merespon kebutuhan pelanggan.

salah satu alasan pengelolaan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan para sebuah perusahaan ialah kompetisi yang semakin masif. saat ini kompetisi terjadi bukan saja kompetisi antar perusahaan, melainkan kompetisi antar supply chain. artinya, perusahaan tidak hanya bersaing dalam produk dan pelayanan, namun persaingan perusahaan sudah melibatkan persaingan dalam memperoleh barang material dari pemasok, persaingan dalam memperoleh sumber daya dan service dalam transportasi, pergudangan, dan sistem distribusi barang-barang jadi yang dapat menjangkau ke akses pelanggan atau pasar yang luas.

Berbagai upaya dilakukan pemilik serta pemangku kepentingan dalam sebuah bisnis dalam mengaplikasikan pengelolaan yang baik. Hal tersebut tentu saja dimaksudkan untuk pengurangan biaya melalui pengurangan pemborosan (waste) dan pengurangan aktivitas non-value-added, termasuk persediaan yang berlebih, peningkatan pelayanan dan respon terhadap pelanggan, peningkatan kualitas komunikasi dalam dari penjabaran tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa SCM merupakan sebuah solusi pendekatan manajemen material, informasi dan finansial pada suatu alur proses barang atau jasa yang dikelola secara efektif dan efesien dengan mengintegrasikan semua elemen. Baik itu dari eksternal hingga internal, seperti pengusaha, tempat pemrosesan barang (pabrik), gudang dan pendistribusian barang hingga pengelolaan . dengan demikian, sistem ini mampu menciptakan suatu hasil berupa waktu pemrosesan barang yang lebih cepat, biaya yang relatif murah dan peningkatan kepuasan pelanggan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.