Spirit Baru Mode

Lewat desain progresif dan strategi branding yang unik, beberapa Label dan desainer mode berikut berhasil menarik perhatian publik. tak sedikit pula yang meramalkan bahwa kiprah mereka akan menentukan masa depan industri mode.

Esquire (Indonesia) - - Style -

VETEMENTS

Sejak presentasi koleksi perdananya untuk musim gugur dan dingin 2014, popularitas label Vetements langsung meroket. Garis rancangnya mengutamakan unsur daya pakai, namun diperkuat twist yang unik. Inspirasinya berasal dari halhal tak terduga, misalnya logo layanan pengiriman ekspres. gorden dapur pada rumah yang berada di negara Uni Soviet, hingga musik underground. Untuk koleksi musim semi dan panas 2017, label ini bahkan berkolaborasi dengan 18 label dan desainer mode, Juicy Couture hingga Manolo Blahnik.

GYPSY SPORT

Meskipun label ini sudah berdiri sejak tahun 2012, namanya baru bergaung setelah mendapat dukungan loyal dari beberapa selebriti, seperti Rihanna dan Jaden Smith. Sang desainer Rio Uribe berhasil memberikan eksplorasi kreativitas berbeda pada industri mode Amerika Serikat. Koleksi terbaru dari label ini mengusung inspirasi dari olahraga sepak bola.

Jersey berpalet warna cerah hadir dengan rangkaian fringe dan tassel.

WALES BONNER

Dua tahun setelah kelulusannya dari Central Saint Martins, Grace Wales Bonner berhasil meraih penghargaan utama 2016 LVMH Prize for Young Fashion Designers (saat itu usianya masih 25 tahun). Kreasinya yang berlabel Wales Bonner menjadi salah satu daya tarik dari pekan mode London: Men’s Collection. Rancangannya terinspirasi dari budaya bangsa kulit hitam. Siluet busananya merefleksikan sensualitas, strukturnya selalu terlihat melekat erat tubuh. Meskipun minim detail, setiap busananya memperlihatkan teknik cutting yang rapi. Koleksi musim semi dan panas 2017 Wales Bonner yang mengambil inspirasi dari momen penobatan Raja Ethiopia Haile Selassie pada tahun 1930.

GOSHA RUBCHINSKIY

Desainer rusia ini mendapatkan sambutan meriah ketika menampilkan koleksi musim semi dan panas 2017 pada ajang Pitti Uomo. nostalgia kehidupan Uni Soviet ditampilkan dalam format setelan bersiluet boxy,

sportswear lengkap dengan logo beberapa label, dan eksplorasi material bertekstur.

SUNNEI

Pada presentasi debut Sunnei untuk koleksi musim semi dan panas 2017, front row-nya diisi oleh kawan-kawan dari desainer label itu (Simone Rizzo dan Loris Messina). Koleksinya merupakan refleksi dari spirit anak muda, mengusung siluet relaks dan penuh dengan palet warna cerah. opsi andalannya berupa

T-shirt dan jumpsuit yang tampil dengan motif tie-dye, jaket dengan padanan celana Bermuda, serta kombinasi kemeja panjang dan celana bermotif.

OFF-WHITE

Virgil Abloh, sang desainer mode dari label ini, kerap terinspirasi dengan gaya busana kaum hipster dan dinamika budaya pop. Untuk koleksi musim semi dan panas 2017, Abloh terinspirasi dari panorama dan latar historis kota Paris. Palet warna hitam dan putih tampil mendominasi, dari kemeja sheer, celana bersiluet lurus hingga mantel bervolume.

Y/PROJECT

Label ini sesungguhnya sudah berdiri sejak tahun 2010 (didirikan oleh Yohan Serfaty). Akan tetapi, sejak komando artistiknya diambil alih oleh Glenn Martens mulai tahun lalu, perkembangan kreativitas dan bisnis Y/project menjadi lebih baik. Koleksi musim semi dan 2017 dari Y/project memperlihatkan kesan kontras antara desain bergaya modern dan ornamen berkesan romantis. Jaket pada setelan dan mantel lansirannya menampilkan struktur lebih bervolume dan bagian bahu yang bidang. Tawaran impresif lainnya adalah celana bergaya flare dan atasan sheer dengan bordir flora. Untuk opsi busana klasik, tersedia

sweater motif Breton dan jaket kulit dengan tampilan beraksen usang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.