ODE UNTUK SANG PETUALANG

Eksplorasi desain berjiwa muda dan kolaborasi unik mewarnai koleksi masa transisi dari Louis Vuitton.

Esquire (Indonesia) - - Style -

Awalnya merupakan koleksi yang ditujukan untuk mengisi ruang presentasi butik pada periode transisi antara dua musim utama. Kini, seperti apa yang terjadi dengan koleksi Cruise atau resort, koleksi Pre-fall juga menjadi salah satu kesempatan berbagai label mode untuk memanjakan konsumennya. Louis Vuitton menyebut koleksi masa transisinya sebagai Precollection. Berbeda dari kebanyakan rumah mode lain, label asal Prancis ini menggarap koleksi khusus tersebut dengan begitu serius, layaknya koleksi musim utama. Esquire membuktikan sendiri keistimewaan dari koleksi Pre-fall 2017 garapan Kim Jones untuk Louis Vuitton pada sebuah presentasi eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada koleksi Pre-fall kali ini, Kim Jones menampilkan rangkaian busana yang terbilang lengkap, mulai dari tampilan formal hingga tampilan kasual. Ia bahkan kembali melanjutkan tradisi kolaborasi yang kerap dilakukan Marc Jacobs pada lini wanita dari label tersebut. Jika pada koleksi musim lalu Jones berkolaborasi dengan label Supreme, kini giliran desainer dan musisi asal Jepang, Hiroshi Fujiwara, yang diajaknya turut serta dalam penggarapan koleksi kapsul bertajuk Fragment. Koleksi khusus ini memiliki gaya yang berkesan berbeda, namun tetap memiliki keterkaitan dengan koleksi Pre-fall. Selain sama-sama mengusung eksplorasi garis rancang yang berkesan lebih muda, spirit petualangan khas label pun masih terasa.

Kesan kasual ala streetwear begitu dominan pada koleksi Pre-fall ini. Tampilannya berkesan lebih segar dan berjiwa muda. Palet warna gelap tampil mendominasi, dari hijau tua, coklat, biru navy dan hingga hitam. Pilihan warna terang yang turut digunakan, antara lain biru muda dan merah. Opsi busana formal

yang ditawarkan berupa setelan berwarna gelap, sweater dan dasi. Sedangkan opsi busana kasualnya meliputi kemeja bermotif, kaus, jaket, cardigan dan mantel. Terlihat pula aksen unik yang tampil sebagai ornamen pada beberapa opsi busana, seperti sematan fur, motif monogram,dan juga motif grafis. Peralihan musim tampaknya turut menjadi pertimbangan dalam memilih material untuk koleksi ini. Bahan utama yang digunakan meliputi katun, denim, wol, kulit hingga sutra.

Spirit jiwa muda juga dituangkan dalam garis rancang untuk lini aksesorinya. Opsi jinjing yang ditawarkan terdiri dalam berbagai bentuk, meliputi tas tote serut, sling bag, clutch, back pack, hingga tas duffle. garis rancang bergaya klasik mendapatkan sentuhan berbeda lewat desain dan aksen bergaya unik. Opsi pijak yang ditawarkan menampilkan beberapa variasi model, seperti sepatu bot, chukka boots dan juga sneakers. Semuanya dibuat dari komposisi material berkualitas sehingga begitu kuat dan nyaman dikenakan saat bergerak. aksesori lain yang ditawarkan berupa lini gift, terdiri dari case untuk smartphone, name tag, gantungan kunci dan boneka.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.