Miss INDEPENDENT

Sikap perfeksionis dan pikiran terbuka yang dimiliki Seorang wanita tidak Selalu bertujuan untuk mengitimidasi Cinta Laura lawan jenis. membuktikan bahwa kedua hal tersebut adalah daya tarik yang Sempurna.

Esquire (Indonesia) - - Daftar Isi - Foto: Wong Sim - teks: Happy Ferdian - Stylist: Bayu Segara

Sikap perfeksionis dan pikiran terbuka pada wanita tidak selalu berarti mengitimidasi lawan jenis. Cinta Laura membuktikan bahwa kedua hal tersebut adalah daya tarik yang sempurna bagi pria.

pada sebuah Sabtu siang yang digelayuti awan mendung, saya mulai berpikir buruk akan kembali terjadi drama beautifully late khas pesohor saat janji pemotretan. Padahal waktu yang tidak banyak di akhir pekan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan wawancara sekaligus pemotretan beserta segala persiapan yang menyertainya. Apalagi ketika melihat peta digital, kondisi jalanan di seputar Hotel Shangri-la, lokasi pemotretan berlangsung, dipenuhi oleh garis merah yang menandakan bahwa kemacetan tengah mengepung.

Beberapa menit sebelum jarum jam menunjukkan waktu yang telah dijanjikan, muncul pesan singkat yang memberitahukan bahwa Cinta Laura telah tiba di lobi hotel. Saya pun langsung beranjak menemuinya dan seketika langsung kagum oleh penampilannya yang tampak berkelas. Tubuh tinggi semampai serta rambut yang dicat warna pirang membuat saya sejenak tidak percaya bahwa wanita cantik tersebut adalah Cinta Laura.

“Saya sangat serius dalam merintis karier seni peran di Hollywood. Penampilan prima adalah salah satu aset utama untuk mewujudkan goal tersebut,” ujar Cinta menanggapi rasa kagum saya pada tampilannya saat ini.

Ketika kembali melihat jam, saya menghela nafas lega karena Cinta Laura datang tepat waktu, bahkan lebih awal beberapa menit dari waktu yang telah disepakati. Hal ini berarti agenda wawancara dan pemotretan dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

“Tepat waktu adalah salah satu prinsip hidup saya. Saya harus berterima kasih kepada ayah saya yang berdarah Jerman, dia telah mengajarkan betapa pentingnya tepat waktu dalam meraih kans positif dari setiap hal yang saya lakukan,” tutur Cinta.

Cinta sangat meyakini bahwa prinsip kerja keras tidak akan pernah menyalahi hasil. Berbagai langkah kecil namun pasti selalu ditempuhnya guna meraih hasil yang besar. Baginya, konsistensi adalah hal terpenting untuk meraih sukses. Tidak masalah jika jatuh

berkali-kali, selama tetap yakin dan gigih memperbaiki kualitas diri, maka capaian positif akan selalu menyertai. “Saya telah banyak melakukan

casting dan terus membangun etos kerja yang tinggi, meskipun berkali-kali mengalami kegagalan. Bagi saya, bukan hanya soal belajar dari kegagalan, untuk mencapai cita-cita yang saya inginkan, saya juga harus bersikap lapang dada sekaligus menjaga dengan baik relasi yang terbentuk dari berbagai proses casting tersebut,” tutur wanita yang belum lama ini selesai menjalani proses syuting sebuah film di Vancouver, Kanada, bersama beberapa aktor kenamaan dunia, seperti di antaranya Jesse Metcalfe dan Tom Maden.

Ketertarikan terhadap ranah seni peran diakui Cinta memang berasal dari hati. Baginya, dunia seni peran bisa menjadi tempat untuk me n g implementasi kan disiplin ilmu psikologi yang menjadi salah satu latar belakang pendidikannya. Ya, Cinta adalah sosok wanita yang sangat peduli akan kualitas pendidikan. Selain menekuni disiplin ilmu psikologi di Universitas Columbia yang bergengsi di New York, Amerika Serikat (AS), Cinta juga meraih gelar sarjana pada disiplin ilmu kesusastraan Jerman. Mengapa kesusastraan Jerman? Selain karena memiliki darah keturunan Jerman, dia mengambil disiplin itu karena kesusastraanya memang memiliki kekayaan sejarah ilmu pengetahuan yang luas, termasuk salah satunya tentang ranah psikologi. Cinta menceritakan bahwa akar ilmu psikologi modern banyak berasal dari Jerman, yakni dari serangkaian studi psikologi empiris yang dilakukan sejak awal abad ke-19. Bahkan, mengutip dari karya penelitian terkait oleh Lothar dan Helga Sprung, sistem pluralisme dalam kajian psikologi modern juga pertama kali dicetuskan para akademisi Jerman di sepanjang periode akhir abad 19 hingga era Perang Dunia II.

Mengenai latar pendidikannya berupa gelar sarjana ganda dalam waktu singkat (kurang dari empat tahun) tentu menjadikan Cinta sebagai sosok aktris yang unik. Sangat jarang pelakon seni peran di Hollywood yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi seperti yang dimilikinya. “Beberapa orang kerap bertanya heran mengapa saya memiliki gelar sarjana ganda, namun memilih berkarier di dunia seni peran. Tidak perlu ambil pusing. Saya suka keduanya. Saya suka dunia seni peran, dan saya juga suka dengan dua disiplin ilmu yang saya tekuni. Saya bertanggung jawab atas semua keputusan yang saya ambil di hidup saya, dan belajar adalah bentuk tanggung jawab yang saya ambil untuk

membentuk karakter kuat seorang Cinta Laura yang Anda dan orang lain lihat saat ini,” jelasnya panjang lebar.

Cinta memang tidak main-main menjalankan satu-persatu langkahnya menuju cita-cita sebagai pelakon seni peran terkemuka. Bahkan ketika dirinya kerap dianggap lebih cocok memerankan karakter wanita Latin dibandingkan wanita Asia, Cinta menjadikannya sebuah tantangan. Kini, ia tengah serius mempelajari bahasa Spanyol guna menambahkan sederet nilai lebihnya di dunia seni peran Hollywood. Selain itu, Cinta juga berencana untuk mulai mengambil kursus beladiri sekembalinya ke Hollywood nanti. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk penambahan kualitas untuk bakat seni peran.

“Memutuskan berkarier di Hollywood berarti siap menerima beragam tantangan. Para aktor dan aktris besar di sana tidak begitu saja meraih popularitasnya. Butuh jatuh bangun berkali-kali serta tempaan etos kerja yang tinggi hingga dapat diakui sebagai aktor dan aktris berkualitas. Begitupun saya, segala kesempatan baik yang muncul di depan mata, akan saya manfaatkan sebaik mungkin,” ujar pengagum sutradara Christopher Nolan tersebut bersemangat.

Salah satu bukti dari kerja keras yang kerap dilakukannya adalah

tidak perlu ambil pusing. Saya Suka keduanya. Saya Suka dunia Seni peran, dan Saya juga Suka dengan dua disiplin ilmu yang Saya tekuni.

kesempatan untuk mengikuti audisi sebuah film berskala besar di London, Inggris, belum lama ini. “Saya belum bisa menceritakan seperti apa proyek film ini, namun yang pasti saya sudah melakukan segala hal terbaik untuk audisi tersebut,” paparnya mantap.

Melihat Cinta yang begitu perfeksionis, saya pun tergelitik untuk bertanya tentang kehidupan asmaranya. Saya pikir Cinta akan memasang wajah masam saat saya menanyakan hal ini, namun ia justru menjawabnya dengan santai, bahkan hingga tergelak. “Well, saya tentu berpikir tentang kehidupan asmara, namun bukan menjadi prioritas saat ini. Saya terbuka dengan pria manapun, asalkan dia paham tentang pilihan hidup yang tengah saya jalani saat ini. Saya tidak suka intervensi. Saya menghargai tenggang rasa, baik saya kepada orang lain, maupun orang lain kepada saya,” tegas Cinta.

Cinta mengaku tidak memiliki kriteria khusus tentang pria, yang penting mereka bisa bersikap dewasa dan punya karakter pekerja keras. Pria yang dewasa, menurut Cinta, adalah pria yang mampu memperlakukan wanita layaknya seorang ratu. Bukan berarti ingin dimanjakan, namun menurutnya, seorang pria haruslah bisa ngemong wanita yang menjadi kekasihnya. Ngemong dalam hal mampu menjadi sandaran terbaik wanita, menjadi rekan berdiskusi yang seru, serta teman terbaik dalam menggali inspirasi satu sama lain. “Jika ditanya pria seperti apa yang tidak saya sukai, tentu jawabannya adalah pria narsis. Jika mereka lebih sibuk mengurusi dirinya sendiri, kecil kemungkinan untuk bisa membuat wanita merasa tenang dan nyaman,” ujarnya.

Karier seni perannya di Hollywood yang mulai menunjukkan hasil positif membuat beberapa penggemarnya khawatir Cinta tidak akan kembali berkarya di tanah air. Cinta menanggapi hal tersebut dengan berkata bahwa dirinya tidak akan pernah melupakan Indonesia. Ia justru merasa berterima kasih masih kebanjiran tawaran dari beberapa merek komersial di Indonesia. “Saya bersyukur karakter yang telah saya bangun dapat diterima dengan baik oleh berbagai pihak, termasuk dari ranah komersial. Saya juga sangat terbuka dengan tawaran beradu peran di Indonesia, namun saya harus selektif memilihnya. Saya adalah wanita dewasa yang bertanggung jawab atas segala keputusan yang saya ambil di hidup saya,” ujar pengagum berbagai karya sinema arahan sutradara Joko Anwar.

Selain terus mengasah kemampuan akting, Cinta juga tidak memungkiri pentingnya media sosial dalam mengawal karier seni perannya di Hollywood. Jika dulu media sosial dianggapnya tidak lebih dari platform untuk saling berbagi momen dengan orang-orang terdekatnya, kini Cinta menyadari fungsi lebih yang dimilikinya. Instagram misalnya, kini ia berupaya mengatur dengan sebaik mungkin muatan konten yang diunggahnya, mulai dari pemilihan momen hingga kualitas foto.

“Saya tidak memiliki tone spesifik atau pun pola tertentu dalam mengunggah konten di media sosial. Hal terpenting bagi saya adalah konsisten mengunggah hal-hal yang positif. Bagaimanapun juga media sosial saat ini menjadi salah satu medium penting untuk meningkatkan pamor di industri hiburan. Apalagi saya adalah pendatang baru di Hollywood, tentu saya harus membentuk citra positif guna menarik atensi lebih luas dari penikmat seni peran di luar sana,” tukas Cinta.

Perfeksionis, berpikiran luas, dan adaptif dalam melakoni karier di dunia seni peran. Ada lagi hal yang Anda kagumi dari seorang Cinta Laura?

Lingerie sutra, La Perla

Gaun katun, FENDI Celana sutra, La Perla

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.